RADAR JOGJA – Pemprov DIJ mengusulkan penambahan 200 tenaga kesehatan (nakes) kepada Kementerian Kesehatan sebagai salah satu upaya untuk mengoptimalkan penanganan Covid-19 di DIJ. Penambahan sumber daya manusia (SDM) juga dapat meningkatkan kapasitas RS rujukan yang tengah menipis.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIJ Pembajun Setyaningastutie mengatakan, Dinkes DIJ mengusulkan penambahan sekitar 150-200 nakes. Meliputi dokter, perawat, radiograger, hingga ahli teknologi laboratorium medik. Ini karena sejumlah RS rujukan memiliki keterbatasan SDM.

“Kami berupaya memenuhi kebutuhan itu. Kami sudah konsultasi dan koordinasi dengan kementerian. Nah, kementerian memberikan solusi silakan mengusulkan,” jelasnya setelah menggelar rapat koordinasi dengan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di DIJ KGPAA Paku Alam X Selasa (24/11).

Pembajun belum mengetahui kapan usulan itu bisa dikabulkan oleh kementerian. Pihaknya telah berkirim surat beberapa waktu lalu, namun hingga saat ini belum mendapat balasan. “Mudah-mudahan itu bisa terlaksana,” terangnya.

Di satu sisi, Pemprov DIJ juga tengah mengupayakan penambahan jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19. Namun untuk angkanya, belum diminta mengajukan ke Kemenkes. “Kalau untuk penambahan jumlah bed itu tidak linear dengan jumlah nakes. Karena untuk merawat satu pasien itu membutuhkan banyak tenaga, baik dokter maupun perawat,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes DIJ Yuli Kusuma Astuti.

Direktur Utama RSUP Dr Sardjito dr Rukmono Siswishanto menambahkan, ratusan nakes itu akan didistribusikan ke tiga RS rujukan Covid-19. Yakni RSUP Dr Sardjito, RS Akademik UGM, dan RSPAU Hardjolukito. “Untuk mem-backup kalau-kalau kebutuhan ruangan di RS itu menjadi meningkat,” terangnya.

Dia melanjutkan, Pemprov DIJ tengah mengupayakan tempat tinggal bagi para nakes yang didatangkan. Mereka direncanakan tinggal di Hotel Mutiara selama bertugas di DIJ. “Karena bertugasnya kan bisa sampai 2-3 bulan, nah itu akan dialokasikan di Hotel Mutiara,” jelasnya.

Saat ini tingkat keterisian tempat tidur di RSUP Dr Sardjito telah mencapai 75-80 persen. Meliputi tempat tidur non critical maupun critical atau ruangan yang dilengkapi dengan fasilitas ventilator. “Sekarang yang diperlukan bukan bed biasa, tapi bed dengan kemampuan kritis sepert ICU. Itu yang sulit. Untuk menampung pasien level (keparahan) sedang lebih mudah,” tandsanaya.

Juru Bicara Pemprov DIJ untuk Penanganan Covid-19 di DIJ Berty Murtiningsih menjelaskan, total kapasitas tempat tidur critical di DIJ adalah 49 unit. Sebanyak 37 tempat tidur diantaranya telah digunakan, sehingga saat ini tersisa 12 tempat tidur.

Adapun kapasitas tempat tidur non critical 404 unit. Sebanyak 345 telah digunakan, sehingga saat ini tersisa 59 unit. Artinya tempat penggunaan tempat tidur non critical di DIJ telah mencapai 85,3 persen. (tor/laz)

Jogja Utama