RADAR JOGJA – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di DIJ kembali melonjak. Di Sleman shelter Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang sempat dinyatakan penuh. Sedang di Kota Jogja diklaim masih tersedia.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, selama ini Shelter OTG (Orang Tanpa Gejala) Rusunawa Bener, Tegalrejo, Kota Jogja bisa menampung hingga 84 OTG. Belum pernah terisi penuh. Namun, antisipasi-antisipasi tepat disiapkan ketika mendapati pasien OTG masuk dengan jumlah yang tidak sedikit. “Seperti kemarin tiba-tiba datang 16 orang, itu satu keluarga masuk semua. Makanya, potensi penambahan ini mudah-mudahan tidak ada. Tapi, tetap kita siapkan antisipasi,” ujarnya Minggu (22/11)

Meski kasus Covid-19 di Kota Jogja kembali mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah Kota Jogja belum berencana menambah kapasitas ruangan di shelter. HP tidak menampik, kasus Covid-19 di kota Jogja sejauh ini memang didominasi orang tanpa gejala. Meski begitu, tidak semua OTG menjalani isolasi di Shelter. Dikarenakan, memilih untuk karantina di rumahnya masing-masing. “Itu diperbolehkan selama huniannya memenuhi syarat,” jelasnya.

Namun demikian, sebelum diputuskan karantina di rumah sendiri. Puskesmas dan Camat sebelumnya telah melihat. Apakah rumahnya memungkinkan untuk isolasi mandiri atau tidak. Jika tidak, maka akan dikirim ke Shelter. “Semisal isolasi di rumah, tentunya harus dibicarakan dulu dengan tingkat wilayah Ketua RT, RW dan lingkungan setempat,” paparnya.

Sedang di Sleman, kamar kosong di dua fasilitas kesehatan darurat Covid-19 akan diprioritaskan untuk pasien isolasi mandiri. Sebelumnya, shelter Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang sempat dinyatakan penuh. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menjelaskan, sejumlah kamar yang dinyatakan kosong akan diprioritaskan untuk pasien yang sudah inden. Masih ada sekitar 35 pasien inden yang sementara waktu harus menjalani isolasi mandiri di rumah lantaran kamar yang sebelumnya penuh. “Jadi kami prioritaskan mereka dulu,” jelas Joko Minggu (22/11).

Untuk bisa menempati Asrama Haji maupun Rusunawa Gemawang, pihak puskesmas harus menghubungi koordinator faskes darurat Covid-19. Memberitahukan akan ada pasien yang akan dirujuk ke shelter. Kemudjan, koordinator akan membuatkan daftar pasien yang akan masuk. Jika nantinya ada pasien yang keluar, pihak koordinator akan segera menghubungi puskesmas terkait sesuai urutan daftar. “Setiap ada pasien pulang, dilakukan sterilisasi ruang dan peralatan, setelah siap pakai baru menghubungi puskesmas sesuai list tadi,” lanjutnya.

Terkait rencana penambahan faskes darurat di Kalasan, Joko mengaku hal tersebut belum final saat ini. Begitu pula untuk mempersiapkan tenaga kesehatan, Joko menuturkan jika hal tersebut masih dalam proses pembahasan. “Belum final, termasuk terkait nakesnya,” kata Joko.

Sementara itu, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman Savitri Nurmala Dewi menjelaskan jika sudah ada kamar kosong lantaran pasien yang sudah diperbolehkan untuk pulang. Pada Sabtu (21/11) pukul 19.25, tercatat ada 27 pasien yang diperbolehkan untuk pulang.Tersisa 99 pasien yang masih dirawat di kedua shelter tersebut. Dengan rincian 70 pasien di Asrama Haji dan 29 lainnya ada di Rusunawa Gemawang. Evie menururkan jika total daya tampung Asrama haji sebanyak 138 kamar. Sedangkan untuk Rusunawa memiliki kapasitas 54 kamar. “Sekarang ada kamar kosong. Tapi tidak bisa mengira-ngira pertambahan akan sebanyak apa,” tutur Evie. (eno/wia/pra)

Jogja Utama