RADAR JOGJA – Waki Kota Jogja, Haryadi Suyuti menekankan kepada jajarannya dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan (4M). Penegasan tersebut sebagai tanggapan atas intruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian atas ketentuan pencopotan kepala daerah yang melanggar prokes.

HS menegaskan, prokes selalu diterapkan di wilayah Kota Jogja. Bahkan, hal tersebut selalu ditekankan pada jajarannya di Pemkot Jogja dalam setiap agenda atau kegiatan yang dihadirinya secara langsung.  “Masyarakat terus jangan bosan untuk melaksanakan prokes yaitu 4 M, bukan lagi 3 M,” terangnya.

Disamping, prokes utama yaitu memakai masker dan mencuci tangan yang harus menjadi kebiasaan masyarakat. Apalagi, sejak awal pihaknya telah membentuk gugus tugas penanganan Covid-19, khususnya yang bergerak di bidang pencegahan.

Sehingga, seluruh kegiatan jajaran Pemkot Jogja, maupun di lingkup masyarakat termonitor dan tidak luput dari perhatiannya. “Khusus di bidang pencegahan ini, tugasnya bukan sekedar mencegah saja, tapi juga memonitoring segala kegiatan ya, termasuk di tengah masyarakat, agar selalu dan senantiasa memenuhi prokes yang 4M itu,” jelasnya.

Hal tersebut upaya yang tidak pernah putus dilakukan dan ditingkatkan Pemkot Jogja. Demi menghindari dan mengantisipasi munculnya klaster baru yang mengakibatkan penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

”Kami tidak tidak pernah bosan untuk selalu mengingatkan kepada masyarakat. Termasuk juga kami, pemkot dalam kegiatannya atau camat dan lurah selalu diingatkan,” tambah HS.

Sementara Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) menambahkan, dalam kondisi saat ini kepala daerah memang dituntut pro aktif. Terlebih, Kota Jogja baru saja dikunjungi banyak wisatawan luar daerah selama long weekend tempo hari. ”Ini masa-masa habis liburan. Kami harus antisipasi, apakah ada lonjakan (kasus Covid-19) atau tidak. Sebagai kepala daerah memang harus jadi contoh bagi masyarakat. Sejauh ini, kita juga membatasi diri dari kegiatan yang sifatnya banyak orang,” tambahnya.

Kendati demikian, menurut HP belakangan ini kesadaran masyarakat terhadap penerapan prokes sudah semakin meningkat. Hanya, masih ada kendala dalam hal menjaga jarak dan menghindari kerumunan massa di suatu tempat. ”Tapi, pemerintah tidak pernah jemu berupaya, supaya masyarakat bisa terkondisi. Apalagi, saat ini kita sudah mendekati liburan akhir tahun, sehingga harus memperkuat monitoring dan sidak,” pungkasnya. (wia/bah)

Jogja Utama