Memasuki usia ke-9, 22 November mendatang, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY turut berkontribusi mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional di tengah pendemi Covid-19
khususnya di Yogyakarta.

RADAR JOGJA – Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti (HS) mengapresiasi langkah dan upaya OJK dalam rangka HUT tersebut untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi di tengah masa pandemi. Upaya yang dilakukan, dengan memberikan bantuan kepada Pemkot Jogja senilai Rp 150 juta untuk pengadaan kursi bagi area pedestrian yang sedang dibangun.

”Terima kasih kepada OJK. Saya akan manfaatkan support dari OJK ini dan kembali pada OJK juga,” ucap HS di Kantor Wali Kota Kompleks Balai Kota Senin (16/11).

HS mengatakan dukungan tersebut akan diwujudkan berupa penguatan branding OJK DIY di Jalan Jenderal Sudirman sampai dengan Tugu Pal Putih Jogja, dimana sedang dibangun pedestrian di kawasan tersebut.

”Di sana akan kami lengkapi dengan rencana saya tempat charger. Jadi ada colokan listrik dan USB bagi yang tidak bawa  powerbank,” ujarnya.

Selain itu, direncanakan juga menambah media untuk mengingatkan pengunjung agar tetap menjaga protokol kesehatan. Seperti tidak lupa menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik, dan menghindari kerumunan. ”Jangan sampai karena ada fasilitas charger trus berpotensi ada kerumunan,” tandasnya.

Diharapkan dengan bertambahnya usia, OJK dapat terus memberikan kemanfaatan bagi masyarakat khususnya yang bergerak di sektor keuangan atau perbankan, asuransi, dan Industri Jasa Keuangan (IJK) lainnya. Disamping OJK harus terus berprestasi dan berkreasi bagi masyarakat maupun sesama institusi baik pemerintah maupun swasta. “Harapan saya OJK bisa menjadi bapaknya tempat bertanya bagi pelaku usaha atau masyarakat,” jelasnya.

Sementara, Kepala OJK DIY, Parjiman mengatakan HUT OJK tahun ini sedikit berbeda dari sebelumnya. OJK menunjukkan aksi kepedulian secara langsung kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.

Diantaranya penyaluran bantuan untuk pembangunan masjid dan mushola, serta bantuan untuk penataan area pedestrian di sekitar Kantor OJK DIY. Bantuan sosial OJK ini berasal dari iuran pegawai OJK yang dikumpulkan dan kemudian disalurkan sesuai peruntukkannya.

“Kegiatan sosial OJK tahun ini diselenggarakan di berbagai kantor regional dan Kantor OJK di seluruh wilayah Indonesia. Khusus wilayah DIY, kami menyalurkan bantuan untuk pembangunan sebuah masjid di daerah Pogung, Sleman, DIY. Juga pembangunan mushola di wilayah Berbah, Sleman, DIY,” katanya.

Sementara sejalan dengan upaya percepatan pemulihan ekonomi, OJK terus meningkatkan kapabilitas untuk membangun sinergi dan kolaborasi yang terintegrasi dengan IJK maupun stakeholders terkait guna meningkatkan peran dan kontribusi OJK sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah mewujudkan kesejahteraan masyarakat di tengah situasi pandemi Covid-19 yang saat ini masih berlangsung.

HUT ke-9 OJK tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan internal dalam bentuk kompetisi virtual diantaranya lomba Tari Kreasi Tradisional, Podcast Competition, lomba band, lomba Tik Tok, lomba pantun, E-Sport Competition, jugling competition, lomba yel-yel, dribble competition, dan berbagai kegiatan maupun kompetisi lain baik yang melibatkan insan OJK di seluruh Indonesia maupun IJK. ”Berbagai kompetisi yang diselenggarakan OJK bagi insan OJK bertujuan untuk meningkatkan rasa memiliki organisasi, membentuk karakter insan OJK sesuai nilai-nilai strategis OJK, serta menumbuhkan jiwa dan semangat team building,” jelasnya.

Saat penyelenggaraan bakti sosial di dua titik, Pogung Baru dan Kalitirto, Parjiman berpesan pembangunan mushola dan masjid guna meningkatkan ketaatan warga. ”Semoga makin khusyuk dan nyaman ibadahnya,” harapnya sembari menyerahkan papan donasi bantuan senilai Rp 25 juta kepada panitia pelaksana pembangunan Masjid tersebut.

Sementara sebagai upaya OJK dalam meningkatkan pelayanan nasabah atau debitur di tengah pandemi ini, pihaknya memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk melakukan restrukturisasi dan menata kembali liquiditasnya.

“Misalnya sebulan harus setor Rp satu juta, adanya pandemi ini setor dikurangi hingga Rp 250 ribu,” katanya.

Panitia Pembangunan Masjid Pogung Baru Haryono kusumo mengapresiasi aksi bansos tersebut. Masjid Pogung Baru berada di wilayah kota itu ditargetkan selesai tahun depan. Masjid ini  berada di lahan pribadi dengan luasan 2.024 meter persegi. Bangunan masjid nantinya bisa menampung hingga 250 orang.

Pembangunan ini dilakukan secara swadaya dan membuka donasi. Dari target semula Rp 2,3 miliar hingga Rp 2,5 miliar. ”Saat ini anggaran baru terkumpul sekitar Rp 1,1 miliar,” ucapnya. (*/wia/mei/gp)

Jogja Utama