RADAR JOGJA – Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menegaskan semua kebutuhan dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi harus siap. Misalnya untuk pertolongan pertama jika ada korban terluka bakar.

“Kalau nanti Merapi ini (erupsi), kalau ada korban, semoga tidak, semua pasti akan terbakar. Penanganannya, yakni bagaimana pertolongan pertama yang dibawa SAR pada waktu evakuasi korban, yang terbakar harus diberi salep, sehingga awal itu ada pertolongan dari anggota SAR sebelum ke Puskesmas atau ke rumah sakit. Pengalaman, yang terbakar kalau digendong berada di baju semua yang menolong,” jelas HB X saat menghadiri Apel Kesiapsiagaan menghadapi Bencana di halaman Mako Satbrimob Polda DIJ, Rabu (11/11).

Dengan begitu, lanjut HB X, risiko terburuk bisa dihindari. Sebab bila korban dilarikan ke Puskesmas langsung, luka bakar akan terasa sangat panas sekali di perjalanan.

“Harapannya, rasa panas itu bisa dikurangi, daripada digendong dan berteriak-teriak kepanasan. Setelah pertolongan itu, kita sediakan papan kayu untuk memudahkan berjalan. Jadi persiapan-persiapan seperti itu sangat vital, sehingga untuk menolong bisa kita lakukan,” paparnya. (sky/tif)

Jogja Utama