RADAR JOGJA РDinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja menyelenggarakan kontes tanaman hias aglonema dan anggrek di Halaman XT Square Minggu (8/11).  Kegiatan yang tetap menerapkan protokol Covid-19 ini diikuti oleh petani binaan DPP Kota Jogja dan pecinta tanaman hias Aglonema dan Anggrek di DIJ.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Suyana mengatakan, maksud dan tujuan diselenggarakan kontes tanaman hias untuk menggali potensi petani serta pecinta tanaman hias aglaonema dan anggrek di DIJ khususnya kota Jogja dalam budidaya Aglonema dan Anggrek. “Ya event ini ntuk memberikan wahana promosi-prestasi bagi petani atapun pecinta aglonema dan anggrek, khususnya petani binaan DPP Kota Jogja,” katanya di XT Square.

Dikatakan event tersebut sekaligus ajang edukasi bagi masyarakat agar lebih mengetahui dan mengenal tanaman hias aglonema maupun anggrek terkait bagaimana budidaya, pemeliharaan sampai dengan peluang bisnisnya. “Apakah benar-benar booming harganya disini, apakah memang mencengangkan?” ujarnya.

Dalam kontes tanaman hias tersebut dibagi beberapa kategori yang dilombakan, untuk aglonema di bagi menjadi enam kategori yakni juvenil, rumpun, tunggal dewasa, kochin, lokal tunggal dewasa, dan lokal rumpun. Sementara untuk anggrek di bagi menjadi empat kategori yakni dendrobium, phaleonopsis (bulan), vanda dan gramathopilum. “Tahun ini kami memang baru dua jenis tanaman hias. Tahun depan insyaallah akan nambah satu jenis lagi adenium,” sambungnya.

Dalam kontes kali ini terdapat 72 buah anggrek dan 144 aglonema. Nantinya, pemenang akan mendapatkan hadiah berupa sertifikat, piala dan uang pembinaan.

Sementara, Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan dimasa pandemi ini tidak dipungkiri masyarakat tidak bisa melakukan banyak hal dengan maksimal. Namun, justru itu masyarakat bisa lebih maksimal merawat tanaman hias yang ditanam dipekarangan masing-masing.¬† “Harusnya lebih bagus karena ketunggon tenanan. Jadi, di tahun ini hasilnya bisa lebih bagus daripada tahun-tahun sebelumnya karena kesungguhan dimasa pandemi bisa merawat tanaman hiasnya,” katanya.

Menurutnya, pada kontes dan bursa tanaman hias itu menjadi penting untuk memberikan inspirasi dan semangat masyarakat, baik pecinta tanaman hias maupun masyarakat pada umumnya agar dapat mengelola dan mengembangkan industri tanaman hias. Terutama masyarakat yang selama ini di rumah.

Pun kontes ini menjadi bukti salah satu ekonomi kreatif yang ada dan bisa berkembang di masyarakat terutama yang memiliki kesempatan luas. Maka, pemkot mengajak masyarakat untuk menggalakkan budi daya tanaman hias dan sayur di lahan pekarangan.

“Ini kesempatan para penggiat tanaman hias untuk berkiprah. Tapi memang hampir semua rumah di kota ini ada tanamannya baik tanaman hias atau tanaman lain,” tanbahnya.

Sedangkan, salah satu peserta, Srie Herislina mengatakan tidak semata mencari menang dalam event tersebut. Melainkan untuk mengumpulkan para penggiat tanaman hias dan menambah pengalaman. “Kontes hanya sampingan. Seneng aja ketemu komunitas sekalian menambah ilmu dan wawasan,” katanya.

Tanaman hias yang dikonteskan ialah dua tanaman hias jenis aglonema rumpun dan tunggal dewasa yang sudah berusia 10 tahun. Selain merawat tanaman hias di depan pekarangan rumahnya dengan berbagai jenis, ia juga memperjualbelikannya yang memang memiliki toko di Pasar Pasty. “Harga di pasaran aglonema dari puluhan ribu sampai puluhan juta. Tapi kalau saya jual yang biasa-biasa saja nggak ngikutin tren, karena pasarannya nggak umum,” imbuh warga Kecamatan Keraton yang menyukai tanaman hias ini turunan dari orang tuanya. (*/wia/bah)

Jogja Utama