RADAR JOGJA – Selama hampir satu pekan libur panjang dan cuti bersama, pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Jogja. Terbukti, pelanggaran masih terjadi pada wisatawan maupun pelaku usaha.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan pelanggaran pelaksanaan prokes Covid-19 selama lima hari liburan tercatat 1.311 orang di Malioboro. Sebagian atau 30 persennya terjadi pada hari Sabtu (31/10). “Ya memang masih ditemui pelanggaran-pelanggaran. Paling banyak weekend yang memang menjadi pengunjung paling banyak selama liburan,” jelas HP.

HP menjelaskan pelanggaran paling banyak ditemui tidak memakai masker atau tidak menggunakan masker dengan benar, dan tidak melakukan jaga jarak. Kendati demikian, selama liburan tersebut pemkot lebih menekankan pada peringatan dan himbauan. “Pelanggaran sebagian besar terjadi pada wisatawan. Memang, kami tidak dengan sanksi sosial atau denda,” ujarnya.

Selain pelanggaran pada wisatawan di Malioboro juga terjadi di lingkup se- Kota Jogja. Ada 539 pelaku usaha yang melakukan pelanggaran dari berbagai macam jenis usaha. Pelanggaran seperti tidak menyediakan tempat cuci tangan, tidak memakai thermo gun, tidak ada pembatasan tempat duduk, dan penjual tidak memakai masker.

Diungkapkan, total pada libur panjang weekend jumlah pengunjung Malioboro mencapai 20 ribu. ‚ÄĚDengan puncak kunjungan Sabtu mencapai 5.374 orang,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Jogja, Agus Winarto mengatakan pelanggaran dari para pelaku usaha ini baru sebatas diberikan surat peringatan tertulis. “Semua (pelaku usaha) masih peringatan tertulis pertama,” katanya.

Namun demikian, bisa dimungkinkan jika masih mendapati pelaku usaha yang bandel akan melakukan penempelan stiker bahwa usaha tersebut belum terverifikasi prokes. “Kebanyakan warung makan, minum. Ada juga pertokoan kelontong dan toko pakaian,” ujarnya.

Sedangkan untuk pelanggar wisatawan, hanya diberikan teguran untuk memakai masker pada saat itu. “Pelanggar yang tidak pakai masker sebenarnya mereka bawa hanya dikantongi,” tambahnya. (wia/bah)

Jogja Utama