RADAR  JOGJA – Pandemi Covid-19 telah membuat sejumlah agenda kegiatan yang melibatkan tatap muka langsung dengan masyarakat terhenti. Salah satunya seperti kegiatan pelatihan model Segoro Amarto. Selama kurang lebih delapan bulan pelatihan yang diinisiasi Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat Setda DIY sempat absen.

“Sekarang menggeliat lagi. Semangat peserta cukup tinggi. Mereka tetap menjalankan kegiatan meski di masa pandemi,” ujar Tenaga Ahli Program Segoro Amarto Pemda DIY Gunardo kemarin (2/11).

Gunardo menjelaskan, kegiatan tahun ini merupakan lanjutan dari tahun lalu. Ada delapan kelurahan di Kota Yogyakarta yang menjadi sasaran kegiatan yang difokuskan untuk penanggulangan kemiskinan di masyarakat perkotaan tersebut.

Adapun delapan kelurahan tersebut terdiri atas Kelurahan Pakuncen, Kecamatan Wirobrajan, Kelurahan Panembahan, Kraton, Kelurahan Notoprajan, Ngampilan dan Kelurahan Purwokinanti, Pakualaman. Kemudian Kelurahan Wirogunan, Mergangsan, Kelurahan Bumijo, Jetis, Kelurahan Suryatmajan, Danurejan dan Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tegalrejo.

Peserta didominasi kaum perempuan. Khususnya para ibu rumah tangga. Selama mengikuti kegiatan mereka berlatih membuka aneka usaha produktif. Misalnya saat pelatihan di Keluahan Pakuncen, Wirobrajan pada Senin (12/10) lalu.

Ibu-ibu tampak sibuk membuat sate lilit dan sambal matah. Sate lilit itu akan dikembangkan sebagai usaha kelompok. “Mereka akan membentuk pola penjualan hingga manajemen pengelolaannya. Semua kami serahkan kepada peserta,” ujar pensiunan dosen ini.

Dari Kelurahan Pakuncen, kegiatan dilanjutkan ke Kelurahan Panembahan pada Selasa (13/10). Kemudian berlanjut ke Kelurahan Notoprajan pada Rabu (14/10) dan Kelurahan Purwokinanti pada Kamis (15/10).

Gunardo selama ini aktif memberikan pelatihan manajemen bagi Paseduluran Segoro Amarto.  Selama kegiatan, semua peserta tampak tekun mengikuti semua arahan Gunardo. Setelah itu peserta berdiskusi dalam satu kelompok. Dilanjutkan dengan praktik.

Fokus dari program Segoro Amarto ini dalam rangka pengembangan gerakan ekonomi. Ada wadah yang sudah didirikan. Yakni Koperasi Paseduluran Segoro Amarto.

Koperasi sebagai gerakan, terang Gunardo, mengedepankan semangat gotong royong. Kekuatan koperasi bertumpu di tangan anggota. Ini sejalan dengan gerakan Segoro Amarto. (kus)

Jogja Utama