RADAR JOGJA – Kota Jogja sebagai salah satu barometer seni budaya di Indonesia mulai menggelar pertunjujan kesenian. Tetap dengan menerapkan prokes yang ketat.

Pemkot Jogja bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIJ menggelar pagelaran seni bertajuk “Jogja Wajar Anyar”. Acara ini merupakan sebuah seruan yang menandakan jika Kota Jogja sudah memasuki fase new normal. XT Square menjadi tempat digelarnya Pagelaran Seni Jogja Wajar Anyar. Acara yang dilangsungkan pada Minggu malam (1/11) .

Selain diadakan secara offline dengan pengunjung terbatas dan sesuai protokol kesehatan (prokes), pagelaran seni ini juga bisa ditonton secara online atau streaming. Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Maryustion Tonang menyebut, kegiatan tersebut merupakan pementasan seni dalam bentuk kolaborasi berbagai macam seni yang ada di Kota Jogja. Penggunan teknologi dimanfaatkan supaya jangkauan penonton lebih luas. “Penontonnya bisa sampai luar negeri,” katanya.

Tion menambahkan, Jogja merupakan salah satu barometer seni dan budaya Indonesia. Autentisitas seni dan budaya yang melekat dalam masyarakatnya menjadikan Jogja sebagai salah satu kota pariwisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. “Sektor pariwisata yang menjadi andalan Jogja perlu terus berinovasi di masa pandemi,” ungkapnya.

Sedang Ketua Komisi B DPRD Kota Jogja Susanto Dwi Antoro menambahkan,dengan digelarnya acara tersebut menjadikan bukti bahwa Jogja sudah siap menerima tamu di masa pandemi ini. “Harapan kami setelah ini, Jogja eventnya sudah tertata, dan sudah ada calender of event,” ujarnya.

Pagelaran seni ini diisi oleh seniman dari Kota Jogja, menampilkan berbagai pertunjukan yang beragam. Menandakan bahwa jogja juga kaya akan budaya dan memiliki banyak generasi yang memiliki potensi seni di dalamnya.

Harapannya dapat membangkitkan aspek pariwisata dan membuktikan bahwa aktivitas kepariwisataan tetap hadir di tengah masyarakat walaupun dimasa pandemi. Tetapi tetap sesuai protokol kesehatan. “Kota Jogja kota seniman, pariwisata tidak lepas dari budaya,” jelas Ketua PHRI DIJ Deddy Pranowo Eriyono. (mg1/mg3/pra)

Jogja Utama