RADAR JOGJA – Alya Nadira, warga asal Jakarta baru pertama mengikuti ajang lari 10K di Jogja. Biasanya mengikuti ajang yang sama di Jakarta. “Seru banget, soalnya beda banget vibes lari di Jogja dibanding Jakarta,” katanya usai menapaki garis finish di depan Hotel Grand Inna Malioboro Kamis (29/10).

Dia baru menyelesaikan event Jogja 10K bertajuk pranatan anyar run. Peserta berlari mengelilingi jantung kota Saat berlari di Jogja berkesan dengan rute-rute yang disuguhkan yaitu rute sudut-sudut kota yang ikonik. Diantaranya dari start di depan Hotel Grand Inna Malioboro melewati Titik Nol Kilometer, Alun-Alun Utara, Alun-Alun Selatan, Pojok Beteng, dan lain-lain hingga kembali ke finish.

Selain tujuannya untuk berolahraga dan ada rasa lelah, namun terbayarkan dengan rute yang menarik. “Ada lelah tapi maksudnya kayak asik nggak boring gitu,” ujar mantan atlet polo air.

Event Jogja 10K tersebut kali pertama digelar oleh Komunitas Uburubur Lari yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Jogja di tengah pandemi Covid-19. Pantauan Radar Jogja, selama kegiatan berlangsung melaksanakan protokol kesehatan secara ketat ada yang memakai masker saat di posisi start dan sebagaian memakai face shiled. Di posisi saat start pun diberi tanda garis beriri agar berjaga jarak. “Event kali ini peserta kami mudahkan dengan persyaratan dan juga peraturan yabg dinamis. Jadi bisa mengikuti even ini dengan aman karena kami lakukan secara hybrid virtual,” kata Penanggung Jawab Jogja 10K, Sentanu Wahyudi.

Even yang juga dalam rangka memperingati HUT ke-264 Kota Jogja itu berlangsung selama 4 hari. Mulai dari Kamis hingga Mingga (29/10-1/11). Jogja 10K kali ini juga datang dengan hal baru yang menginspiratif. Sebab, selain bisa berlari di manapun peserta juga diperbolehkan berlari di rute resmi Jogja 10K di Kota Jogja. Yaitu peserta mengambil start di depan Hotel Grand Inna Malioboro mengelilingi jantung kota Jogja sejauh 10 kilometer. Diikuti sekitar 1.000 peserta secara virtual dan on route.

Dalam event Jogja 10K mempunyai rangkaian acara yaitu “Jogja Ultra Charity 264k” yang akan di ikuti oleh 31 peserta terpilih, yang masing-masing akan berlari sejauh “264 kilometer” mulai 28 Oktober sampai 1 November 2020. “Sebanyak 31 orang pelari itu nanti akan berputar di rute Jogja 10K sebanyak 26 kali. Lari tersebut akan mereka dedikasikan untuk kota Jogja yang berulang tahun ke-264 dan untuk Indonesia tercinta,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menyambut baik acara tersebut menurutnya acara Jogja 10K bisa memberikan contoh kepada masyarakat untuk tetap berolahraga di masa pandemi Covid-19 tanpa mengabaikan prokes.

“Bagaimana kita dapat tetap bisa berolahraga di masa pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan,” katanya saat melepas peserta Jogja 10K.

HP menyebut bahwa even ini juga dapat mendongkrak perekonomian di Kota Jogja. “Semoga event seperti ini bisa terus berjalan, dengan optimisme ini, kami harapkan geliat olahraga di kota Jogja semakin maju,” imbuhnya. (wia/pra)

Jogja Utama