RADAR JOGJA – Pemprov DIJ kembali memberlakukan status tanggap darurat bencana nonalam Covid-19 selama satu bulan ke depan. Tanggap darurat ke-6 ini tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur DIJ Nomor 318/KEP/2020.

Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi kondisi dan situasi di DIJ, maka diperlukan perpanjangan keenam. “Tanggap darurat keputusannya Satgas diperpanjang. Selama pemerintah pusat tidak mencabut (darurat nasional), masak saya nyabut (status) darurat,” jelas HB X.

DISIPLIN PROKES: Semua masyarakat tetap harus menerapkan protokol
kesehatan, di antaranya memakai masker, saat berada di Malioboro.(ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
)

Kendati memberlakukan status tanggap darurat, gubernur tak melarang kunjungan wisatawan saat libur panjang pekan ini. Menurutnya, selama masa libur masyarakat akan sulit menahan diri untuk menetap di rumah.

“Ya, kalau datang ke Jogja juga nggak papa. Jadi ini libur panjang. Yang namanya orang disuruh di rumah mungkin tidak mau. Apalagi lima hari di rumah. Betah po kalau lima hari di rumah?,” ungkapnya.

HB X juga memprediksi DIJ akan dipadati wisatawan dalam beberapa hari ke depan. Sehingga seluruh masyarakat wajib mengutamakan penerapan protokol kesehatan (prokes). Termasuk pengelola objek wisata dan hotel.

Menurutnya, pengelola telah memahami konsekuensi seandainya terjadi penularan di hotel.  “Bagi saya tidak ada masalah (datang wisatawan). Mayoritas hotel di sini kan telah diverifikasi prokes. Artinya memenuhi persyaratan beroperasi. Kalau ada positif lalu di-close, itu sudah disadari manajemen,” tuturnya.

Oleh sebab itu, HB X mempercayakan teknis penerapan prokes pada masing-masing pengelola hotel. “Karena yang memutuskan kebijakan bukan saya. Saya hanya pemenuhan protokol kesehatan saja. Kalau yang teknis, itu dari perhotelan,” terangnya.

Juru Bicara Pemprov DIJ untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan, kasus penularan Covid-19 masih terjadi. Kemarin terdapat penambahan 45 kasus positif, sehingga total kasus saat ini menjadi 3.662 kasus. “Kasus aktif sebanyak 559,” jelasnya.

Pasien yang sembuh kini berjumlah 3.013 orang, menyusul adanya 42 pasien yang dilaporkan sembuh kemarin. DIJ mencatatkan case recovery rate atau tingkat kesembuhan 82,28 persen. Sedangkan tingkat kematian di DIJ 2,46 persen. Sebanyak 90 pasien terkonfirmasi positif dilaporkan meninggal. (tor/laz)

Jogja Utama