RADAR JOGJA – Ini warning dari Pemkot Jogja untuk para juru parkir (jukir), penjual makanan atau kuliner serta pedagang lain dalam menyambut wisatawan saat libur panjang. Mereka diminta untuk tidak sekali-kali nuthuk alias menaikkan tarif di luar batas wajar.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) mengatakan, manakala ada keluhan dari masyarakat yang datang berlibur merasa dirugikan dengan tarif nuthuk, segera melapor. “Kami akan sanksi jelas, penghentian sementara,” ujarnya.

Menaikkan tarif di luar batas wajar alias nuthuk itu biasanya terjadi parkir, kuliner, maupun barang-barang yang dijajakan lain. “Saya minta kerja sama yang di-thuthuk bisa menyampaikan bukti-bukti yang bisa dicatat,” tandas HS.

Ia pun mengajak semua elemen masyarakat agar tetap melayani wisatawan dan memberikan rasa kenyamanan serta keamanan. Bukan hanya semata-mata keamanan protokol kesehatan, melainkan keamanan lain yang bersifat bisa mengganggu aktivitas masyarakat.

“Harapan saya, teman-teman ini juga bisa menjaga supaya masyarakat yang kedatangan tamu tidak menggunakan masa ini sebagai aji mumpung dengan menaikkan harga tidak wajar. Karena ini justru akan mengakibatkan mereka kapok,”  tambah HS.

Masalah nuthuk terhadap wisatawan saat libur panjang ini memang menjadi sorotan Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja. Salah satunya tarif parkir di luar ketentuan, baik di kawasan wisata maupun kuliner.

Anggota Forpi Bidang Pemantauan dan Investigasi Baharuddin Kamba menyebut, sering ada oknum jukir yang nuthuk saat momen libur panjang, seperti momen Lebaran, tahun baru maupun long weekend. Hal ini dapat merusak citra Jogja sebagai tujuan wisata favorit pelancong.

“Jangan sampai perilaku nuthuk ini menjadi semacam penyakit tahunan saat liburan panjang di Kota Jogja,” kata Kamba Rabu (28/10).  Dikatakan, papan informasi tarif parkir termasuk kawasan tarif progresif serta kanal-kanal pengaduan, perlu ditambah dan diperjelas.

Forpi sendiri juga membuka layanan aduan untuk masyarakat yang merasa di-thuthuk ini dengan menghubungi nomor 081360661597. Diminta menyertai dengan misalnya berupa karcis atau nota pembelian. Forpi akan meneruskan aduan  ke OPD terkait untuk segera ditindaklanjuti. (wia/laz)

Jogja Utama