RADAR JOGJA – Pelayanan fasilitas kesehatan maupun laboratorium uji sampel Covid-19 dipastikan tetap beroperasi secara optimal di masa libur panjang dan cuti bersama pada 28 Oktober mendatang. Sehingga tak mengganggu upaya penanganan Covid-19 di DIJ.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIJ Pembayun Setyaningastutie memastikan bahwa laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk menguji sampel pasien Covid-19 tetap beroperasi. Sejauh ini, DIJ memiliki lima laboratorium yang melayani pemeriksaan PCR. “Untuk  laboratorium tetap buka melayani masyarakat, hanya saja ada jadwal-jadwal tertentu pasti ada jadwal jaga di laboratorium,” jelasnya kemarin.

Berdasar indikator kinerja Covid-19 DIJ per 4 Oktober 2020 ini, jumlah sampel yang dapat diperiksa laboratorium di DIJ rata rata 3.880 sampel per pekan atau 555 per hari. Jumlah itu lebih dari ketetapan standar organisasi kesehatan dunia atau WHO yang menetapkan pemeriksaan 1 per 1.000 orang perminggu. “Target kami sehari minimal harus 500 sampel,” jelas Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di DIJ Berty Murtiningsih.

Pembajun menambahkan, petugas di fasilitas kesehatan telah merancang jadwal shift untuk tetap memberikan pelayanan pada masyarakat. Skema ini biasa dilakukan saat hari-hari besar seperti Idul Fitri dan musim libur panjang. “Teman-teman di rumah sakit maupun Puskesmas meskipun pada hari libur telah membuat shift bergantian untuk tetap memberikan pelayanan pada masyarakat secara optimal,” tandasnya.

Mantan Direktur RSJ Grhasia itu lantas mengimbau kepada masyarakat yang hendak berpergian untuk melakukan pemeriksaan mandiri untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Upaya ini dapat melindungi diri sendiri maupun keluarga. “Supaya kita lebih awal mengetahui apa yang terjadi pada kondisi kita setelah kita liburan dari keluar kota,” jelasnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ Biwara Yuswantana mengimbau kepada pengelola objek wisata serta unsur-unsur penjaga bencana berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk turut melakukan langkah antisipasi bencana. Mengingat saat ini telah memasuki musim penghujan dengan potensi terjadinya cuaca ekstrim.

Masyarakat juga perlu memantau informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingat kondisi cuaca saat ini cepat berubah. “Terutama ditujukan kepada wisatawan dan pengelola obyek-obyek wisata di DIJ berada di tiap wilayah yang memang rawan bencana yang terdapat hujan lebat, angin kencang, juga petir,” jelasnya. (tor/pra)

Jogja Utama