RADAR JOGJA – Puncak Hari Santri Nasional (HSN) 2020 tingkat DIY digelar di kantor PWNU DIY Jalan MT Haryono Yogyakarta. Kegiatan  dikemas dalam bentuk pengajian Ahad Wage & Puncak Hari Santri Nasional bertema Santri Sehat Indonesia Kuat. Puncak HSN 2020 ini juga mendapatkan dukungan dari Dinas Pariwisata DIY.

Sesuai protokol kesehatan Covid-19, peserta dibatasi jumlahnya. Semua yang datang wajib mengenakan masker. Kemudian mencuci tangan dengan sabun di air mengalir yang tersedia di kantor tersebut. Puncak HSN 2020 itu juga disiarkan langsung melalui live zoom meeting serta YouTube Bangkit TV.

Acara dipandu MC Mico Cak Coy. Awalnya seluruh rangkaian acara menggunakan bahasa Jawa. Namun memenuhi permintaan lebih dari 500-an peserta yang mengikutinya secara virtual, panitia akhirnya mengalah. Menggantinya dengan memakai bahasa Indonesia.

Acara diawali dengan penampilan musik hadroh. Dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Subanul Wathon. Usai  pembacaan ayat suci Alquran Rois Syuriah PWNU DIY KH Mas’ud Masduqi memimpin tahlil.

Tampak sejumlah pengurus PWNU DIY. Antara lain Khatib Syuriah PWNU DIY KH Hasan Abdulloh, rois syuriah dan tanfidziah PCNU se-DIY, sejumlah kiai dan perwakilan santri. Hadir pula anggota DPD RI Hilmy Muhammad dan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta Purwo Santoso. Keduanya duduk bersebelahan.

Gus Hilmy menilai HSN 2020 merupakan momentum untuk mengadakan peningkatan. Apalagi PWNU DIY mengadakan sensus keanggotaan guna mewadahi potensi warga NU.  “Sensus harus kita dukung dan kita sukseskan demi kebaikan jamaah Nahdliyyin, supaya bisa lebih tertib dan teratur,” ajaknya Sensus juga bermanfaat untuk memperkuat jaringan sehingga lebih mudah bersinergi. “Inilah pentingnya pendataan untuk memaksimalkan potensi kita,” kata senator asal DIY itu.

Wakil Ketua Tanfidziah PWNU DIY Fahmi Akbar Idris sepakat dengan ajakan tersebut. Meski dalam situasi kurang menguntungkan, peluncuran pendataan dan penerbitan kartu NU merupakan berkah tersendiri. “Ke depan diharapkan bermanfaat bagi organisasi,” ungkapnya.

Fahmi sempat bercerita tatkala diundang ke Magelang oleh PWNU Jawa Tengah. Dia memperoleh informasi sensus juga diadakan PWNU Jateng. Dalam waktu singkat mampu mendata 2,1 juta warga Nadhliyin. Lucunya, kata Fahmi sambil berkelakar, dari jumlah itu terdapat 5 janda dan  satu dhudha. “Di DIY, kita belum tahu berapa janda dan berapa dudha,” ujarnya disambut tawa.

 Fahmi juga menginformasikan akan dimulainya pembangunan kampus terpadu UNU Yogyakarta di ringroad barat, Gamping, Sleman. Bangunan UNU Yogyakarta didesain sembilan lantai. Total biayanya sekitar Rp 200 miliar. Fahmi bersyukur pemerintah memberikan bantuan. Saat ini memasuki proses penyiapan tender. Pembangunannya memakan waktu 1,5 tahun. Tahun 2022 kampus tersebut sudah dapat digunakan.

PWNU DIY  Laziz NU juga meluncurkan paltform digital. Sehingga wakaf, sedekah maupun zakat bisa sangat mudah dilakukan cukup dari handphone. Satu rangkaian dengan acara tersebut dibacakan puisi oleh Ahmad Yuhri Ikhsan dan Nur Istiana dilanjutkan penyerahan hadiah lomba video dan sinematografi. Acara ditutup dengan tausiyah kebangsaan. (kus)

Jogja Utama