RADAR JOGJA – Sejumlah warga terdampak Tol Jogja-Solo mengeluh kebingungan mencari lahan pengganti. Sebab mereka hanya diberi ganti rugi dalam bentuk uang.

Menanggapi hal ini, Gubernur DIJ Sultan Hamengku Buwono X menegaskan tidak bisa memfasilitasi pencarian lahan pengganti. HB X sendiri mengaku Pemprov DIJ juga kesulitan mencari lahan pengganti. Sebab menurutnya untuk membangun rumah tidak sekadar mencari tanah yang bisa dibeli.

“Tapi karena itu untuk tempat tinggal, bisa jadi orang tua milih mau beli itu wes ngarani, neng kono atau neng kono,” ujarnya, kamis (22/10).

Selain itu, menurutnya kondisi ini berbeda dengan ganti rugi lahan yang terjadi pada warga terdampak Yogyakarta International Airport (YIA) yang sudah disediakan lahan pengganti oleh Pemprov DIJ.

“Kalau seperti bandara itu, memang tidak ada pilihan kecuali mereka harus menempati tanah kas desa yang kami beli. Kami yang mengadakan, mau tidak mau harus di situ,” katanya.

HB X menyebut orang yang memiliki uang pasti lebih memilih untuk tidak membeli sembarang tanah kosong.

“Kami juga sering kesulitan kalau ada tanah kas desa digunakan untuk infrastruktur, biarpun dibayar nanti harus cari tanah pengganti kami pun cari tanah juga tidak mudah, apalagi di kelurahan itu. Akhirnya kami mungkinkan di kelurahan yang lain biarpun dalam satu kecamatan,” tuturnya. (sky/tif)

Jogja Utama