RADAR JOGJA – Ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara menjadi agenda tetap DPD Partai Golkar DIJ. Khususnya saat hari kelahiran partai berlambang pohon beringin yang diperingati setiap 20 Oktober.

“Tirakatan dan ziarah menjadi acara rutin yang kami adakan dalam rangka mempertebal semangat nasionalisme  dan kejuangan Partai Golkar,” ucap Ketua DPD Partai Golkar DIJ Gandung di sela memimpin ziarah ke TMP Kusumanegara Selasa (20/10). Selain pengurus partai, tampak dua anggota DPRD DIJ mengikuti kegiatan tersebut. Keduanya adalah Suwardi dan Lilik Saiful Ahmad.

Gandung mengatakan,  bukan tanpa alasan partainya mengadakan ziarah tersebut. Selain mendoakan, kegiatan itu untuk meneladani perjuangan para pahlawan yang berjuang tanpa pamrih. Politikus yang berlatar belakang guru SMP ini ingin kader dan pengurus partainya paham betul dengan sejarah.

Khususnya sejarahperjuangan Panglima Besar (Pangsar) Jenderal Soedirman yang dimakamkan di TMP Kusumanegara. Meski tidak masuk dalam tokoh yang ikut mendirikan Golkar pada 20 Oktober 1964, nisan Soedirman yang diziarahi para pengurus partai dengan warna khas kuning itu.

“Beliau (Pak Dirman, Red) sangat sederhana. Kita bisa lihat makamnya juga sangat sederhana. Kita tarik kesimpulan salam suka dan duka harus berjuang untuk rakyat. Kader Golkar jangan cengeng. Harus mampu menarik benang merah para pahlawan yang telah berkorban jiwa dan raganya,” pintanya.

Diceritakan, banyak komponen dan elemen bangsa ikut serta mendidikan Golkar. Dua di antaranya, Muhammadiyah dan NU.  Latar belakang kelahiran Golkar diawali kebijakan Presiden Soekarno yang membuat kebijakan golongan fungsional. Golkar awalnya bernama sekretariat bersama (Sekber) Golkar. Ketuanya yang pertama dijabat Brigjen TNI Djuhartono.

Lebih jauh dikatakan, Golkar itu lahir untuk mewujudkan cita-cita para pahlawan. Termasuk mereka yang dimakamkan di TMP Kusumanegara. Dengan demikian, Golkar berdiri bukan bersifat dadakan. Namun melalui proses panjang. Sekber Golkar Golkar diinisiasi 61 organisasi. Kemudian berkembang menjadi 296 organisasi.

Organisasi yang berhimpun di Sekber Golkar terbagi sesuai kekaryaan dalam tujuh kelompok induk organisasi (Kino). Di antaranya, Koperasi Serbaguna Gotong Royong (KOSGORO), Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) dan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR).

Ketua DPD  Golkar Kota Jogja Agus Mulyono menjelaskan, ziarah dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Peserta dibatasi tidak lebih dari 50 orang. Sejumlah acara digelar dalam peringatan ulang tahun ini. Puncaknya acara tasyakuran dengan 11 tumpeng berbarengan dengan acara nasional memecahkan rekor Muri.

Diterangkan, 11 tumpeng itu terdiri dari delapan hasta karya, dua organisasi sayap dan satu untuk DPD.(kus/pra)

Jogja Utama