RADAR JOGJA – Pembayaran ganti rugi warga terdampak tol Jogja-Solo ditarget dilaksanakan sekitar November hingga Desember. Tol sepanjang 36 km ini ditarget mulai beroperasi paling lambat pada 2023 mendatang.

Sebelumnya, konsorsium PT Daya Mulia Turangga-Gama Group, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk ditetapkan sebagai pemenang tender proyek dengan nilai investasi Rp 26,6 triliun itu. Pengerjaan juga melibatkan PT Cahaya Kencana Mas yang ditunjuk sebagai mitra untuk pelaksanaan di daerah.

Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X mengaku telah melakukan pertemuan antara pemenang tender maupun pemerintah pusat. “Sudah (bertemu) dengan pengusaha yang memang mememangkan tender untuk Jogja-Solo, ya saya minta mereka (tol) sudah dipatok,” jelas HB X di Gedhong Pracimasono Kamis (15/10).

HB X berharap, proses ganti rugi bisa dilaksanakan akhir tahun ini. Prosesnya bertahap sehingga bisa terselesaikan sepenuhnya pada Juni 2021. Saat ini HB X belum bisa menyebut besaran ganti rugi yang disiapkan kepada pemilik tanah terdampak. “Tapi berapa saya belum tahu karena belum finalisasi harga. Harapan saya cepat hasilnya dari perusahaan penilai atau tim appraisal supaya kita bisa bicara harga (ganti rugi),” jelasnya.

Keberadaan proyek tol diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi DIJ yang saat ini tengah mengalami kontraksi. “Biarpun hanya dua bulan tapi karena itu bicara triliunan rupiah, harapan saya bisa menopang untuk tidak makin memperparah minusnya pertumbuhan ekonomi di Jogja,” katanya.

Komisaris Utama PT Jogjasolo Marga Makmur, Anang Adji Sunoto menjelaskan, selain proyek tol Jogja-Solo, dirinya juga diminta untuk mempercepat realisasi pembangunan tol Jogja- Yogyakarta International Airport (YIA).

Di sisi lain Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa telah bertemu HB X untuk melakukan sinkronisasi rencana pembangunan proyek strategis nasional.

“Kami memastikan sinkrinonisasi, konvergensi dari semua rencana pembangunan. Sebelum kami melakukan pertemuan, semua deputi di Bappenas telah melakukan semacam opname di lapangan termasuk diskusi dengan mitranya di sini,” katanya. (tor/pra)

Jogja Utama