RADAR JOGJA – Komitmen insan-insan permuseuman sangat dibutuhkan untuk menjadikan museum di DIY lebih maju. Komitmen tersebut diperlukan untuk menjadikan museum lebih kreatif, imajinatif, dan menginspirasi dalam mengkomunikasikan koleksi kepada masyarakat.

—-

Rapat Kerja Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY digelar diHotel Grand Aston, Gondokusuman, Kota Jogja, pada 13-14 Oktober lalu. Kegiatan rutin tahunan ini membahas program kerja dan kegiatan yang berkaitan dengan upaya pemajuan permuseuman di DIY.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan DIY Sumadi menjelaskan, rapat kerja menjadi salah satu wadah untuk menjalin silaturahmi dan bertukar informasi terkait dengan perkembangan permuseuman di DIY. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pijakan semangat untuk menciptakan suasama kebersamaan, semangat gotong-royong, dan solidaritas sesuai dengan semangat peringatan Hari Museum Indonesia pada 12 Oktober.

“Komitmen insan-insan permuseuman sangat dibutuhkan untuk menjadikan museum di DIY lebih kreatif, imajinatif dan menginspirasi dalam mengkomunikasikan koleksi kepada masyarakat, terlebih lagi di tengah pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhir,” tegasnya.

Ketua Umum Dewan Pengurus Asosiasi Museum Barahmus DIY Ki Bambang Widodo mengatakan, rapat kerja ini diikuti 50 peserta. Di antaranya, Dewan Penasehat M Wirmon Samawi, Dewan Pengawas GPH Harimurti, dan 36 kepala museum anggota Barahmus DIY.Seusai pembukaan, acara dilanjutkan dengan Seminar Nasional Hari Museum Indonesia ke-5 di Jakarta via aplikasi Zoom.

Penyelenggaraan rapat kerja Barahmus DIYyang difasilitasi Dinas Kebudayaan DIY tersebut juga membahas laporan tahunan organisasi. Selain itu, membahas rencana kegiatan dan program kerja hingga 2023 mendatang.

Kepala Seksi Permuseuman Dinas Kebudayaan DIY Wismarini menyatakan, rapat kerja tersebut juga menyusun garis-garis besar haluan organisasi. ”Kita (Dinas Kebudayaan DIY) fasilitasi karena Barahmus sebagai mitra dari tugas fungsinya di seksi permuseuman dalam kegiatan pengelolaan dan pengembangan permuseuman,” jelasnya. (tor/amd)

Jogja Utama