RADAR JOGJA – Kepala Seksi Permuseuman Dinas Kebudayaan DIY Wismarini menjelaskan, Dinas Kebudayaan DIY terus berupaya untuk mendekatkan museum kepada masyarakat pada tahun 2021. Untuk mencapainya, aspek inklusivitas perlu menjadi perhatian.

“Misalnya, membangun konstruksi fisik ramah difabel di 36 museum anggota Barahmus. Supaya kita lebih mendekatkan museum ke masyarakat,” jelasnya.

Melalui program ini diharapkan seluruh masyarakat, termasuk kelompok difabel, bisa mengunjungi museum. Selain itu, wujudkan museum yang inklusif. “Rencana pengembangan museum itu inklusif ya.Kita sampai merambah ke dunia difabel. Difabel harus kita beri ruang juga. Kita fasilitasi di sini,” paparnya.

Dinas Kebudayaan DIY juga akan menggelar Museum Jogja Expo. Salah satu tujuannya untuk memperkenalkan dan mendekatkan museum kepada khalayak. Dalam perhelatan itu, ada beragam macam kegiatan dari pawai, diskusi, hingga pameran. Kegiatan digelar dengan mengutamakan penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan virus Covid-19.

“Museum Jogja Expo kita fasilitasi Barahmus juga. Di dalamnya, ada kegiatan pameran bersama dari museum-museum,” paparnya.

Rini menyatakan, dalam kegiatan itu rencananya mendatangkan publik figur. Keberadaan publik figur diharap bisa menjadi magnet untuk menggaet kaum milenial. “Kita perlu mendatangkan publik figur dengan ide-idenya yang brilian sehingga bisa menarik minat masyarakat termasuk generasi muda,” jelasnya. (tor/amd)

Jogja Utama