RADAR JOGJA – Disdukcapil Kota Jogja kembali melaksanakan layanan jemput bola. Kali ini layanan jemput bola akta kelahiran bagi masyarakat yang belum mengantongi dokumen kependudukan tersebut. Cukup mengurus ke kelurahan. Tak perlu sampai Balai Kota Jogja.

Kepala Bidang Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jogja, Intan Usaratri mengatakan program jemput bola layanan ini rutin setiap tahun untuk memfasilitasi warga agar dapat memiliki akta kelahiran dengan prosedur yang lebih sederhana. “Kami menjalin kerjasama dengan kelurahan. Ini karena kelurahan ujung tombak pelayanan yang lebih dekat dengan warga,” katanya Rabu (14/10).

Intan menjelaskan kenapa harus kelurahan karena syarat untuk mengurus proses akta kelahiran harus dicantumkan surat pengantar keterangan lahir dari kelurahan yang menerbitkan selain dari rumah sakit atau puskesmas tertentu. “Maka skema layanan jemput bolanya, masyarakat tinggal datang ke kelurahan membawa persyaratan,” ujarnya.

Persyaratan yang harus dilengkapi berupa, asli surat keterangan lahir dari RS, puskesmas, poliklinik, dokter, bidan atau penolong kelahiran. Asli surat keterangan kelahiran dari kelurahan, asli surat nikah atau kutipan akta perkawinan dari orang tua. KTP dan kartu keluarga asli orang tua,  KTP asli dari dua orang saksi petugas kelurahan, pas foto ukuran 3×4 untuk anak berusia 6-17 tahun, alamat email pemohon dan kontak yang bisa dihubungi. Nantinya, petugas dari kelurahan yang menyampaikannya secara kolektif ke Disdukcapil. “Kami sudah ada grup Whatsapp khusus program jemput bola ini, untuk mengumpulkan dokumen warga yang diserahkan. Jadi, dari kelurahan tinggal meng-upload ke sana, karena kami kan tidak perlu menarik fisiknya, cukup difoto saja dokumen persyaratannya itu,” jelasnya.

Program tersebut berlangsung selama tiga gelombang sejak September hingga November. Khusus tahun ini program dilaksanakan pada 22 kelurahan saja. Meski pada gelombang pertama ada kelurahan yang sempat ditutup karena pandemi Covid-19, tidak menutup kemungkinan masyarakat masih bisa mengikuti program jemput bola setelah layanan dibuka kembali. “Kami tidak sak klek dengan waktu yang sudah kita jadwalkan. Karena ini berakhir sampai November maka kami persilahkan bagi kelurahan gelombang satu masih ada kesempatan untuk mengajukan permohonan,” tuturnya.

Adapun sampai selesainya gelombang pertama baru 32 warga yang memanfaatkan program jemput bola. Rata-rata masih mendominasi anak kecil maupun orang tua. “Kalau dari target kami masih sedikit. Karena target kami 100 persen punya akta kelahiran, silahkan datang ke kelurahan masih ada kesempatan,” ucapnya.

Plt Kepala Bidang Pencatatan Sipil Disdukcapil itu sejauh ini capaian kepemilikian akta kelahiran warga kota mencapai 95,3 persen. Masih sekitar 5 persen warga kota yang belum memiliki akta kelahiran. Padahal dikatakan, akta kelahiran merupakan dokumen penting yang cara menguruskan pun mudah dan gratis. Kebanyakan. “Kadang mereka posisinya secara kependudukan di kota tapi tempat tinggal di luar. Tapi sekarang sudah online, di daerah manapun asal warga kota kita semua layani,” tambahnya. (wia/pra)

Jogja Utama