RADAR JOGJA – Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Reni Kraningtyas menyatakan fenomena La Nina yang terjadi pada bulan Oktober-Desember akan berdampak pada peningkatan akumulasi curah hujan bulanan yang jauh di atas normal di wilayah DIJ. 

“Pada pertengahan bulan Oktober hingga akhir Oktober 2020 beberapa zona musim di wilayah jogja diperkirakan akan memasuki Musim Hujan,” jelasnya, Senin (12/10).

Disebutkan, wilayah yang mengalami musim hujan yakni Sleman bagian barat dan utara, Kulonprogo bagian utara, Sleman bagian timur, sebagian besar Bantul, dan Kulonprogo bagian selatan. 

“Pada awal November 2020 meliputi sebagian besar wilayah Gunungkidul dan Bantul bagian timur,” lanjutnya. 

BMKG dan pusat layanan iklim lainnya seperti NOAA (Amerika Serikat), BoM (Australia), JMA (Jepang) memperkirakan La Nina dapat berkembang terus hingga mencapai intensitas La-Nina Moderate pada akhir tahun 2020, diperkirakan akan mulai meluruh pada Januari-Februari dan berakhir di sekitar Maret-April 2021.

Reni berpesan kepada para pemangku kepentingan agar lebih optimal dalam mengelola tata air terintegrasi dari hulu hingga hilir. Misalnya dengan penyiapan kapasitas sungai dan kanal untuk antisipasi debit air yang berlebih. 

“Masyarakat juga diimbau agar terus memperbaharui perkembangan informasi dari BMKG dengan memanfaatkan kanal media sosial infoBMKG, atau langsung menghubungi kantor BMKG terdekat,” tandasnya. (sky/tif)

Jogja Utama