RADAR JOGJA – Jajaran Satreskrim Polresta Jogja terus mendalami bukti perusakan Legian Cafe Malioboro. Berdasarkan bukti rekaman CCTV, dugaan perusakan dilakukan oleh oknum peserta aksi penolakan UU Cipta Kerja. Berupa pelemparan molotov ke arah bangunan sisi barat.

Dalam rekaman CCTV terlihat sosok pria berjaket hitam melemparkan molotov dari sisi selatan. Berlari ke arah utara, lemparan tepat mengenai lantai 2 bangunan. Alhasil bangunan sisi barat hingga timur lantai 2 ludes terbakar.

“Kasus di Legian masih kami pelajari dari bukti CCTV. Kemungkinan besar dari pengecekan CCTV penyebab kebakarannya molotov,” jelas Kasatreskrim Polresta Jogja AKP Riko Sanjaya, ditemui di Mapolresta Jogja, Jumat (9/10).

Kebakaran ini terjadi tepat saat aksi protes di Gedung DPRD DIJ, Kamis (8/10). Sebelumnya sempat terjadi bentrok antara aparat yang berjaga dengan peserta aksi. Hingga akhirnya terjadi pelemparan oleh terduga peserta aksi.

Aksi sosok tersebut terekam dalam CCTV di seberang toko. Bermodalkan rekaman tersebut, polisi masih melacak keberadaan tersangka. Pihaknya juga masih mengumpulkan beberapa keterangan dari saksi di tempat kejadian.

“Olah TKP dilakukan oleh Inafis bersama tim gabungan Polda DIJ. Besok ini dari Puslabfor Semarang juga akan melakukan pemeriksaan,” katanya.

Dia memastikan ada sanksi atas tindakan tersebut. Terlebih aksi tersebut merusak fasilitas milik pribadi. Ditambah lagi dampak sekunder hilangnya pekerjaan para pekerja cafe.

“Pasti ada sanksi atas tindakan ini karena tergolong pada aksi kriminalitas. Penyelidikan masih berlangsung dengan pengumpulan sejumlah bukti dan saksi,” ujarnya. (dwi/tif)

Jogja Utama