RADAR JOGJA – Pasca kericuhan demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja kemarin (8/10), aktivitas di Kantor DPRD DIJ kembali normal mulai, hari ini (9/10). 

Anggota dewan juga beraktivitas seperti biasanya. Meskipun banyak kaca pecah yang masih belum diperbaiki. Wakil Ketua DPRD DIJ Huda Tri Yudiana mengatakan empat komisi di DPRD juga sudah beraktivitas menerima audiensi masyarakat dan tamu yang bertandang ke kantornya.

“Demonstrasi kemarin memang kami sayangkan karena mengandung anarki dan tidak murni penyampaian aspirasi. Itu sangat merugikan warga DIJ juga perjuangan rekan-rekan pekerja yang menyuarakan penolakan UU Cipta Kerja secara murni,” ungkapnya.

Dia menyayangkan kejadian tersebut sebab pihaknya tengah menerima audiensi dengan serikat pekerja. Menurutnya, aksi unjuk rasa dengan kekerasan tidak membawa dampak signifikan bagi warga DIJ.

Sementara itu Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto menyatakan dukungan pada kepolisian untuk mengusut tuntas perusuh dalam aksi unjuk rasa di DPRD DIJ.

“Kami mendukung Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk segera menangkap dalang dan pelaku perusakan. Para perusuh disebutkan tidak bawa aspirasi tapi hadirkan kerusakan yang merugikan bagi rakyat Jogja,” ungkapnya.

Dia berharap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut diproses hukum.

“Malioboro adalah sumber penghidupan banyak orang, kalau dirusak yang rugi adalah rakyat,” tandasnya. (sky/tif)

Jogja Utama