RADAR JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X menyayangkan kericuhan dalam aksi penolakan UU Cipta Kerja, Kamis (8/10). Terlebih aksi juga melukai bahkan merusak fasilitas umum. Menurutnya kejadian ini bukanlah karakter warga Jogjakarta.

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menilai aksi sudah tergolong anarkis. Alhasil penyampaian aspirasi justru tak tersampaikan.

“Jogjakarta dengan masyarakatnya tidak pernah punya itikad untuk membangun anarki,” tegasnya, Kamis malam (8/10).

HB X terus memantau aksi yang dilakukan oleh peserta aksi. Terlebih siang harinya juga sempat menerima perwakilan massa aksi di Kantor Kepatihan Pemprov DIJ. Menurutnya poin-poin yang tersampaikan sudah jelas.

HB X mempertanyakan oknum-oknum pembuat ricuh saat aksi penolakan UU Cipta Kerja. Sebab menurutnya sangay mencederai keluhuran dan kearifan lokal Jogjakarta. Bahkan kehilangan ciri khas Jogjakarta yang cinta damai.

“Saya Hamengku Buwono X mengimbau dan berharap kepada warga kelompok-kelompok masyarakat, bukan karakter kita untuk berbuat anarkis di kotanya sendiri,” pesannya. (dwi/tif)

Jogja Utama