RADAR JOGJA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja melakukan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim penghujan. Kesiapsiagaan ini disiapkan hingga wilayah kampumg tangguh bencana (KTB).

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Jogja, Iswari Mahendrarko mengatakan personil dari Pusdalops dan TRC BPBD kota telah disiagakan 24 jam untuk datangnya musim hujan. Salah satunya mengantisipasi jika bencana terjadi sewaktu-waktu. “Semua tim sudah disiap siagakan sejak sekarang,” katanya Selasa (6/10).

Iswari menjelaskan, secara berkala selalu melakukan monitoring dan perawatan alat early warning system (EWS) agar siap berfungsi saat dibutuhkan. Sejumlah EWS telah terpasang di 16 titik di pinggiran tepi Sungai Code ( 7 buah), Sungai Winongo (4 buah) dan Sungai Gajahwong (5 buah). ”Sebanyak 15 EWS berfungsi dan 1 EWS dalam perbaikan,” ujarnya.

Sebagian besar kampung juga telah dibentuk KTB. Termasuk untuk kampung-kampung yang berada pada kawasan rawan bencana seperti yang berada di pinggiran sungai. Selain sudah terbentuk KTB juga telah menyiapkan jalur-jalur evakuasi dan titik kumpul apabila terjadi bencana banjir secara tiba-tiba. Di musim penghujan yang patut kita waspadai adalah bencana banjir, puting beliung dan tanah longsor. ”Pengurus KTB di Kota Jogja telah dibentuk, mereka selalu siap siaga,” jelasnya.

Sejumlah 115 KTB berada di 111 kampung dari 169 kampung yang ada di Kota Jogja. Adapun kampung yang belum dibentuk pengurus KTB, diharapkan agar pengurus kampung bersama pengurus kelurahan tangguh bencana (Kaltana) maupun kelurahan itu sendiri dapat berperan aktif untuk kesiapsiagaan masyarakatnya dalam menghadapi bencana. Pihaknya menghimbau kepada kecamatan dan kelurahan untuk terus mengingatkan dan sosialisasi ke warga baik melalui pengurus KTB atau Kaltana. ”Supaya masyarakat juga siap siaga menghadapi jika ada bencana,” imbaunya.

Sementara, Kepala Kelompok Data dan Informasi, BMKG Stasiun Klimatologi DIJ, Etik Setyaningrum memprakirakan awal musim hujan akan dimulai pertengahan Oktober hingga awal November. Pada pertengahan hingga akhir Oktober meliputi wilayah Sleman bagian barat dan utara, Kulonprogo bagian utara, Sleman bagian timur. Sebagian besar Bantul dan Kulonprogo bagian selatan. Sedangkan, pada awal November meliputi sebagian besar wilayah Gunungkidul dan Bantul bagian timur. “Jadi saat ini masih masuk periode masa peralihan atau pancaroba,” katanya.

Adapun hal-hal yang perlu diwaspadai  dimasa-masa pancaroba yaitu munculnya cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang dapat terjadi terutama pada siang hingga sore hari dengan skala lokal. “Dimasa pancaroba ini umumnya keadaan atmosfer cukup labil. Sehingga potensi pembentukan awan konvektif dapat terjadi,” paparnya. (wia/bah)

Jogja Utama