RADAR JOGJA – Menyusul ditemukannya persebaran Covid-19 di ponpes, Kemenag DIJ meminta untuk ditutup terlebih dulu. Santri pun diminta melakukan isolasi 14 hari sebelum masuk kembali ke ponpes.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIJ Edhi Gunawan menjelaskan, pada Selasa (29/9) sore, pihaknya mendapat laporan terkait penularan di lingkungan pondok pesantren (ponpes). Edhi menginstruksikan untuk melakukan penutupan pasca ditemui kasus positif. “Untuk pesantren yang ada Covid ditutup dulu. Disemprot disinfektan. Kami minta kepala kantor untuk berkoordiansi dengan Gugus Tugas covid-19 karena jumlahnya (konfirmasi positif) cukup banyak,” jelasnya di Kompleks Kepatihan Kamis (1/10).

Sebanyak 30 ponpes dari sekitar 300 ponpes di DIJ telah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Sejauh ini telah terjadi penularan Covid-19 di tiga ponpes yang berdomilisi di Sleman. Edhi menyebut penularan terjadi di Ponpes Sunan Pandanaran, Muhammadiyah Boarding School, dan Hidayatullah. Total santri yang terpapar Covid-19 sebanyak 48 orang.

Khusus Ponpes Pandanaran, karena dianggap memiliki tempat yang cukup representatif, maka isolasi mandiri bisa dilaksanakan di ponpes tersebut. “Tapi didampingi Gugus Tugas Covid Sleman sehingga anak-anak ini merasa ada pendampingnya,” tandsanya.

Edhi juga menginstruksikan kepada ponpes lain yang sudah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka untuk benar-benar menerapkan prokes kesehatan. Menurut Edhy mekanismenya sudah diatur. Misalnya santri dari luar wilayah wajib menjalani isolasi mandiri selama 14 hari sebelum masuk ke lingkungan ponpes.

Masuknya santri ke ponpes pun dilakukan secara bertahap. Hal itu dilakukan agar santri bisa isolasi mandiri. Apalagi fasilitas dan sarana serta prasarana di ponpes juga berbeda-beda. “Kalau sudah 14 hari sudah clean dan tidak terindikasi positif maka baru kemudian mereka masuk ke pesantren,” jelasnya.

Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengimbau para santri untuk terus mematuhi protokol kesehatan. Sebab, selain untuk kepentingan menjaga diri, juga untuk mencegah penularan di lingkungan yang lebih luas. “Jaga jarak, cuci tangan, gunakan masker standar tidak dilepas-lepas jadi kunci selamat dari penularan Covid-19,” ungkapnya.

Aji berharap para pengelola ponpes juga melengkapi sarana dan prasarana. Sehingga para santri bisa lebih mudah mematuhi protokol kesehatan. “Misalnya tempat cuci tangan harus sesuai dengan rasio jumlah santri. Penyediaan masker juga harus difasilitasi,” kata mantan Kepala Disdikpora DIJ itu. (tor/pra)

Jogja Utama