RADAR JOGJA – Rusunawa Gemawang akan dijadikan shelter penanganan Covid-19, khususnya bagi pasien tanpa gejala (OTG).

”Kami sudah sosialisasikan kepada para warga, dan mereka tidak menunjukkan tanda-tanda penolakan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo sata dikonfirmasi, Rabu (30/9).

Rusunawa Gemawang akan dijadikan cadangan jikalau asrama haji 90 persen sudah terpenuhi. Fasilitas yang disediakan yakni, 76 kamar dengan duan ranjang per kamar. Perawat dari tenaga ahli asrama haji, setengahnya akan ke Gemawang. ”Diperkuat dari pegawai dari beberapa puskesmas,” imbuh dia.

Dukuh Gemawang Ahmad Syafii mengatakan, warga menerima penggunaan Rusunawa Gemawang sebagai shelter. “Yang penting warga disosialisasi,” jelasnya.

Dikatakan, untuk akses dari rusun ke rumah-rumah warga sebanenarnya lumayan jauh. Ahmad menyebutkan, rusun tersebut berada di tengah-tengah antara dua RT, yakni antara RT 05 dan RT 06 di RW 45. ”Sudah ada sosialisasi dan tidak ada penolakan dari warga,” sebut Ahmad.

Hal senada, Kepala UPT Rusunawa Sleman Panut Soeharto menyampaikan, warga Gemawang menerima dan merespons dengan baik digunakannya Rusunawa Gemawang untuk dijadikan shelter. Dikatakan, rusun tersebut pada April dan Mei sudah digunakan sebagai shelter Covid-19. Namun, belum secara penuh yang difungsikan. Hanya lantai dua, sekitar empat sampai enam kamar. ”Kalau besok akan difungsikan semua. Dan saat ini masih dibuat perjanjian kerjasamanya,” kata dia.

Panut menyebutkan, pihak UPT hanya menyiapkan sarana dan prasarana pendukung saja, seperti akses internet, dan sebagainnya. “Saat ini sudah siap semua. Kalau kebutuhan yang lain yang menyiapkan dari dinkes, misalnya seperti peralatan medis, tenaga medis, dan seterusnya,” tandasnya. (cr1/bah)

Jogja Utama