RADAR JOGJA – Dinas Perhubungan Kota Jogja bakal melakukan normalisasi simpang Tegalturi. Hal ini dilakukan untuk menambah ruang manuver bus dari arah selatan Jalan Imogiri Timur ke barat Jalan Tegalturi.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Jogja, Windharto mengatakan kebutuhan normalisasi simpang Tegalturi untuk alur menuju Taman Pintar 2 yang belum selesai pembangunannya. ”Karena pasti ada kendaraan besar yang mau masuk ke arah Jalan Tegalturi,” katanya Rabu (30/9).

Dari kajian yang dilakukan, bahwa manuver bus dari arah selatan ke barat akan kesulitan karena diperlukan radius tikung yang cukup. Sedangkan kondisi saat ini simpang Tegalturi terlalu mepet ke jalan. Semua jarak pandangnya hampir tidak ada karena terdapat bangunan. Terlebih sudutnya hampir 90 derajat. “Kalau harus membuat radius tikung yang bagus maka perlu adanya tambahan lahan,” jelasnya.

Meskipun demikian, arus bus dimungkinkan bisa melewati dua rute selain dari selatan Jalan Imogiri Timur juga rute dari arah utara Jalan Pramuka. Dan manuver bus dari arah utara masih dimungkinkan karena masih cukup ruangan melalui lalu lintas kiri. “Kalau dari selatan ke barat manuver ngentekke dalan karena ruangnya kurang. Maka yang paling prioritas kami normalisasi dari sisi selatan dulu,” jelasnya.

Selain simpang Tegalturi yang disarankan perlunya normalisasi untuk kebutuhan akses jalur bus ke Taman Pintar 2 juga perlu dilakukan normalisasi di simpang lain. Seperti simpang rumah sakit Jogja, simpang pasar telo Jalan Imogiri Barat juga perlu dibenahi. “Sakjane itu sempit semua, tapi kami coba merekomendasikan arah dari Jalan Pramuka dan dari Jalan Imogiri Timur dulu. Supaya gak terlalu banyak pengorbanan,” sambungnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pertanahan Dinas Pertanagan dan Tata Ruang (Dispetaru) Kota Jogja, Sarmin menyiapkan anggaran melalui APBD Perubahan 2020 untuk pembelian delapan bidang lahan. Dimana salah satunya untuk kepentingan normalisasi simpang di Jalan Tegalturi. Kegiatan normalisasi simpang di Tegalturi ini tidak bisa dipisahkan dengan pengembangan Jogja bagian selatan. Karena sedang dibangun Taman Pintar 2. “Nantinya tentu ada banyak kendaraan skala besar yang melintas dan pastinya butuh manuver yang lebih luas,” katanya. (wia/bah)

Jogja Utama