RADAR JOGJA – Rencana proyek pembangunan Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Jogjakarta-Solo hampir rampung. Ribuan tiang pancang telah terpasang di sepanjang stasiun Balapan Solo hingga Stasiun Tugu Jogjakarta. Sementara untuk tiang listrik aliran atas (LAA) telah terhubung hingga wilayah Klaten. 

Walau begitu belum diketahui kapan aktivasi proyek Ditjen Perkeretaapian Kementrian Perhubungan (Kemenhub) ini. Terlebih hingga saat ini belum ada gerbong KRL yang tiba di Jogjakarta. Hanya saja dipastikan operasional berlangsung di penghujung 2020.

“Untuk LAA sudah sampai Klaten, progresnya 90 persen. Tinggal meneruskan yang dari arah Klaten ke Solo. Kalau pembangunan diawali sejak Januari kemarin,” jelas Manajer Humas PT KAI Daop 6 Jogjakarta Eko Budiyanto, dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (1/10).

Pembangunan LAA memiliki peran sangat penting. Komponen ini digunakan sebagai daya penggerak KRL. Itulah mengapa pembangunan tiap pancang cukup rapat untuk seluruh trek Jogjakarta-Solo.

Setelah terealisasi, moda transportasi ini mampu memangkas jarak tempuh perjalanan Jogjakarta-Solo. Selain itu juga ramah lingkungan. Ini karena sumber daya energi yang digunakan adalah listrik.

“Keunggulan KRL karena dayanya listrik dibanding kereta diesel, lalu energi lebih bersih dan ramah lingkungan. Tidak memerlukan waktu yang lama untuk mencapai kecepatan tertentu. Tepat waktu dan lebih cepat,” katanya.

Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sedikit menguntungkan proses pembangunan. Diakui oleh Eko, lebih cepat dari jadwal. Ini karena operasional beberapa kereta apik jarak jauh maupun perjalanan lokal sempat terhenti.

“Kemarin hampir semua rute sempat off karena ada pandemi. Window time atau waktu luang lebih leluasa. Jadi pembangunan bisa sesuai tenggat waktu bahkan lebih cepat,” ujarnya.

Terkait KRL sebagai pengganti kereta Prambanan Ekspres (Prameks), Eko belum bisa menjawab. Hanya saja rute yang dilayani sama, Jogjakarta-Solo dan sebaliknya. Pihaknya masih menunggu kepastian dari Kemenhub terkait operasional KRL.

Tercatat hingga saat ini ada 10 perjalanan KA Prameks. Pasca operasional KRL, Eko belum bisa memastikan fungsional KA Prameks. Hanya saja ada kajian rute terkait aktivasi KRL.

“Prameks setelah ini diapakan belum tahu. Rutenya memang sama Solo Balapan sampai Jogjakarta. Uji coba pastinya belum tahu, mungkin dalam waktu dekat,” katanya. (dwi/tif)

Jogja Utama