RADAR JOGJA – Final Kompetisi Bahasa dan Sastra 2020 yang digelar Pemkot Jogja digelar Rabu (30/9). Acara yang berlangsung di SMA Taman Madya Jl Tamansiswa 25D Jogjakarta ini menggelar final lomba pranata adicara kategori SMA/SMK/MA dan umum.

Martha Jenny Rona Destiningrum dari SMA Bopkri 1 meraih juara satu lomba pranata adicara kategori SMA/SMK/MA. Selanjutnya, disusul Dimas Surya Pratama siswa SMAN 3 sebagai juara dua, dan Tegar Rinang Pratama perwakilan SMAN 1 sebagai juara tiga. Sementara itu, harapan satu diraih oleh Rabhindra Javier Hariri Darussalam siswa SMAN 7 dan harapan dua oleh Sahid Agung Nugroho dari SMKN 6.

Juara satu kategori umum diraih oleh Tri Handoko Putro dari Wirobrajan, juara dua oleh Muhammad Faisal asal Mantrijeron, dan juara tiga oleh Untung Suparjo dari Kotagede. Selanjutnya, harapan satu diperoleh Sujatiningsih yang mewakili Kotagede) dan harapan dua oleh Imam Mahdi dari Tegalrejo.

Masing-masing juara satu, dua, dan tiga di setiap cabang dan kategori lomba akan mewakili Kota Jogja di tingkat DIJ. Untuk itu, Pemkot Jogja melalui Dinas Kebudayaan Kota Jogja melakukan evaluasi kepada peserta guna persiapan lomba pada 12 Oktober mendatang.

SELAMAT: Siswa SMA Bopkri 1 Jogja Martha Jenny Rona Destiningrum raih juara 1 lomba pranata adicara dalam Kompetisi Bahasa dan Sastra 2020 yang digelar Dinas Kebudayaan Kota Jogja.( ERLIN LUTVIA FOR RADAR JOGJA )

“Akan ada pengayaan dan pembinaan pada masing-masing jenis lomba untuk yang akan mewakili kota ke DIJ,” ujar Kepala Bidang Sejarah dan Bahasa Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Dwi Hana Cahya Sumpena (30/9).

Evaluasi dan pembinaan akan dilakukan oleh para juri yang terdiri dari praktisi, seniman, budayawan, hingga akademisi. “Dewan juri tahu betul kualitas mereka (sehingga) memang kami ikutkan untuk pembinaan dan evaluasi seperti hari ini,” sambungnya.

Melalui evaluasi dan pembinaan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan performa para peserta lomba. “Evaluasi supaya nanti ke tingkat DIJ lebih bisa menyempurnakan penampilan mereka sesuai dengan ketentuan yang ada,” ungkapnya.

Pembinaan akan dilaksanakan sebanyak dua kali, diantaranya pembinaan seusai perlombaan bagi perwakilan lomba tingkat DIJ dan selanjutnya pembinaan bahasa dan satra secara umum. “Jadwal pembinaan masih kami sesuaikan tanggalnya, tapi rencana kami antara 5-9 Oktober,” jelasnya.

Mengingat penyelenggaraan lomba di tengah pandemi, Dwi Hana berharap semua peserta tetap optimis menghadapi kompetisi selanjutnya.  “Kami harus optimis menyiapkan diri sebaik-baiknya, baik di pembinaan maupun kompetisi. Optimisme harus kami miliki,” paparnya. (*/mg1/pra)

Jogja Utama