RADAR JOGJA – Ketua Harian Satgas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Jogja Heroe Poerwadi meminta seluruh Camat lebih gumregah untuk menerapkan dan mengawasi protokol kesehatan di tempat usaha. Diawali dengan imbauan pendaftaran verifikasi ke Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jogja.

Imbauan ini muncul pasca ditemukannya kasus positif Covid-19 di warung mie kekinian di Kotabaru, Gondokusuman Jogja. Yakni salah seorang pegawai di bagian dapur. Imbasnya, untuk sementara warung tersebut ditutup.

“Agar bisa dilakukan pemantauan tempat-tempat tersebut. Apakah sudah menjalankan protokol covid dengan baik. Para camat kami minta agar memberikan imbauan ke pelaku usaha di wilayahnya untuk mengajukan surat verifikasi ke Dispar,” jelasnya, ditemui di Balaikota Pemkot Jogja, Kamis (1/10).

Terkait munculnya kasus, pasien tersebut telah menunjukan gejala. Pasien domisili Bantul ini, lanjutnya, mengalami kehilangan indera penciuman. Lalu memutuskan untuk melakukan isolasi mandiri sejak 15 September. 

Pihaknya segera melakukan tracing di lingkungan kerja. Berupa mendata kontak erat pasien. Baik secara umum atau di bagian khusus dapur. Pemeriksaan medis diinisiasi oleh Puskemas Gondokusuman.

“Hari ini saya blm dapat laporan, tapi kemarin saya minta untuk tracing. Termasuk rapid test kalau sudah ada hasilnya akan melakukan swab dimpuskesmas yang menentukan,” katanya.

Camat Gondokusuman Guritno memastikan sosok pasien positif sejak 25 September. Hanya saja munculnya gejala Covid-19 sudah sejak 15 September. Oleh manajemen tempat usaha, sang karyawan diminta istirahat di rumah. 

Munculnya hasil uji swab sempat menimbulkan kepanikan. Ini karena aktivititas lokasi usaha tergolong ramai pembeli. Hingga akhirnya manajemen tempat usaha melakukan penutupan sementara sejak Selasa pagi (29/9) hingga hari ini (1/10).

“Jadi tahu positif itu baru Senin sore (28/9) lalu Selasa pagi (29/9) saya panggil (pihak manajemen) dan saya minta tutup hari itu,” tegasnya.

Upaya tracing dilakukan oleh Puskemas Gondokusuman. Sementara untuk disinfeksi oleh BPBD Jogja, Rabu (30/9). Dari total 30 karyawan, empat diantaranya reaktif terhadap uji RDT. 

“Sudah kami laporkan ke Dinkes dan kemungkinan lanjut swab,” katanya.

Pihaknya langsung melakukan evaluasi atas munculnya kasus Covid-19. Hasil investigasi protokol sudah diterapkan walau belum optimal. Terbukti masih adanya kerumunan pengunjung dalam satu meja yang sama.

Guritno juga meminta pelaku usaha patuh imbauan. Terutama dalam mengajukan verifikasi ke Dinas Pariwisata Kota Jogja. Lalu membentuk tim penegakan Protokol di internal tempat usaha. 

“Saya minta untuk menegur tegas jangan takut tidak laku karena menegut pelanggan yang tidak tertib. Jangan paksa kami untuk membuat keputusan tidak mengenakan karena tidak kooperatif,” tegasnya. (dwi/tif)

Jogja Utama