RADAR JOGJA – Sedang di Kota Jogja, tiga hari terakhir jumlah kasus Covid-19 mengalami penurunan. Temuan kasus baru yang muncul bukan lagi didapat dari hasil tracing melainkan didominasi riwayat perjalanan antarkota.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, sebaran-sebaran kasus sebelumnya yang berasal dari kelompok-kelompok tertentu tidak ada lagi perkembangan baru yang ditemukan. Seperti kasus pedagang Beringharjo, PKL Malioboro maupun wilayah kantor Kelurahan Kotabaru. “Kami tidak lagi menemukan perkambangan kasus dari hasil tracing. Kebanyakan akhir-akhir ini muncul tambahan kasus memang sebagian besar berasal dr riwayat perjalanan,” katanya Selasa (29/9).

Meski demikian, pemkot tetap melakukan antisipasi untuk potensi sebarannya. Upaya tracing pun masih terus dilakukan untuk memutus sebaran atau blocking kasus. Ini seiring dengan upaya pembangkitan ekonomi yang harus dibarengi dengan upaya menjaga kesehatan dari masyarakat dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam aktifitas apapun.

Pemkot mempersiapkan masyarakat mulai bisa beradaptasi dengan kondisi real yang dihadapi. Termasuk pemberian verifikasi tempat-tempat publik baik hotel, restoran dan kafe serta warung, hingga angkringan terus digiatkan agar para pelaku usaha siap menjalankan protokol kesehatan. Karena protokol harus menjadi bagian utama dalam upaya memutus rantai penyebaran. “Saran kami segera pelaku ekonomi memproses verifikasi sehingga kita bisa mengawasi dan monitor pelaksanaan protokol kesehatan,” ajaknya.

Saat ini total kasus positif yang masih menjalani perawatan baik di rumah sakit maupun isolasi mencapai 100 orang. Tingkat kesembuhan juga sudah mulai meningkat. Khusus di Shelter Tegalrejo yang menjadi tempat isolasi pasien Orang Tanpa Gejala, setelah sepekan beroperasi terdapat tujuh penghuni yang dinyatakan sembuh dan dikembalikan ke rumahnya. “Shelter yang sudah pulang ada tujuh orang sejak kemarin,” tambahnya. (wia/pra)

Jogja Utama