RADAR JOGJA – Pemerintah kota menyiapkan anggaran sebesar Rp 21 miliar melalui APBD Perubahan 2020. Untuk pembelian delapan bidang lahan. Jumlah lahan yang dibeli ini untuk kebutuhan RTHP.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetaru) Kota Jogja, Wahyu Handoyo mengatakan, dari delapan bidang lahan tersebut diantaranya lima bidang untuk kepentingan ruang terbuka hijau publik (RTHP). Masing-masing di wilayah Kelurahan Sorosutan, Ngampilan, Pakuncen, Prenggan, dan Sosromenduran. Kemudian dua bidang tanah untuk fasilitas umum yakni Kelurahan Giwangan dan Suryatmajan. “Sedangkan satu bidang lainnya untuk kepentingan normalisasi simpang di Jalan Tegalturi,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanahan Dispetaru Kota Jogja, Sarmin menambahkan, hampir semua pengadaan lahan yang dibeli oleh Pemkot kelak fungsinya akan dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. Salah satunya seperti  RTHP, meski berstatus aset milik Pemkot namun pengelolaan dan penggunaannya menjadi hak masyarakat. “Begitu juga fasilitas umum di kelurahan tujuannya untuk memberikan ruang yang representatif. Jadi bisa menunjang kegiatan di wilayah,” jelasnya.

Sedangkan terkait dengan kegiatan normalisasi simpang di Tegalturi ini tidak bisa dipisahkan dengan pengembangan Jogja bagian selatan. Karena sedang dibangun Taman Pintar 2. “Nantinya tentu ada banyak kendaraan skala besar yang melintas dan pastinya butuh manuver yang lebih luas,” imbuhnya. (wia/pra)

Jogja Utama