RADAR JOGJA – Pasar Beringharjo, atau sebagian warga DIJ menyebutnya Pasar Gede, akan dikembangkan menjadi Semar. Yaitu Smart Traditional Market. Nantinya produk pedagang di Pasar Beringharjo juga bisa dijual di marketplace.

Untuk mewujudkan Semar, selain menjalin kemitraan dengan Gojek Indonesia, Pemkot Jogja juga merekrut relawan untuk mewujudkan transaksi non tunai di pasar tradisional. Salah satunya melalui program Semar yang diklaim dapat mempercepat implementasi digitalisasi atau elektronik transaksi.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan program Semar ini adalah hasil kolaborasi dengan beringharjo.co.id dan Pemkot Jogja. Melalui program ini, dilakukan rekrutmen dan training relawan untuk membantu pedagang pasar tradisional berdagang secara online. “Ke depan, juga akan mengarah ke marketplace yang menghubungkan produk-produk pasar atau offline store supaya diperdagangkan secara online,” katanya Minggu (24/9).

HP menjelaskan tugas dari relawan ini antara lain mendata produk, mengkurasi, foto produk, desain grafis, desain produk, dan kemasan digital marketing, digital branding dan supply chain management. “Sehingga nanti bisa menjadi jejaring online yang kuat,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jogja Yunianto Dwi Sutono mengatakan, konsep para relawan itu sebagai mitra Disperindag untuk ikut mengembangkan pasar Beringharjo. Di sana akan ada berbagai kegiatan yang dilaksanakan. “Pedagang pasar juga ikut terlibat dong, terutama yang menjual dagangannya belum sesuai harapan atau standar kualitas dagangannya,” katanya.

Relawan tersebut lanjut dia, yang nanti akan menjaring pedagang-pedagang Pasar Beringharjo untuk meningkatkan kualitas barang dagangan dan cara berjualannya. Dari sisi kebersihan, kerapihan, kesehatan dalam pengemasannya, dan segala macam. “Kami hanya suport tempat menyiapkan space untuk kegiatan para relawan itu,” tambahnya.

Sementara, Koordinator Relawan, Zaki Siraj mengatakan ada 100 relawan nanti yang akan mendampingi para pedagang untuk meningkatkan kualitas barang dagangannya. Mulanya, gagasan ini muncul dari keprihatinan relawan melihat para pedagang pasar Beringharjo dimasa pandemi Covid-19 mengalami penurunan kunjungan. Dari pengunjung Pasar Beringharjo biasa tujuh ribu menjadi hanya 500 kunjungan per hari. “Kami inisiasi gerakan beringharjo.co.id supaya pedagang siap dagangan online. Selama ini sebagian besar belum siap, maka kami hadir untuk mendampingi mereka,” katanya.

Sekitar 10 angkatan atau 100 lebih pedagang pasar Beringharjo sudah dilakukan pendampingan atau pendidikan relawan. Ada 10 kategori dagangan yang didampingi antara lain dari pedagang fashion, kriya, makanan, bahan pokok, oleh-oleh, dan lain sebagainya. “Pedagang kita dampingi untuk kurasi, kasih branding, kita buatkan logo, kemasan dan beri diskripsi produknya. Setelah jadi dalam bentuk foto produk kami unggah di media sosial facebook dan instagram,” imbuhnya yang menyebut sedang menggodok agar produk pedagang bisa masuk ke marketplace Shoope, Lazada, Bukalapak. (**/wia/pra)

Jogja Utama