RADAR JOGJA – Pelatihan kuliner terhadap para pelaku wisata di Desa Mandiri Budaya telah dilakukan Dinas Pariwisata DIY. Dari 10 desa mandiri budaya, ada tiga desa yang telah mengikuti pelatihan tersebut. Yakni Desa Mandiri Budaya Pagerharjo, Samigaluh, Kulonprogo, Desa Mandiri Budaya Bangunkerto, Turi, Sleman dan Desa Mandiri Budaya Sabdodadi, Bantul, Bantul.

“Pelatihan kuliner itu kami harapkan bisa membawa manfaat. Selama masa pandemi Covid-19 ini jumlah kunjungan wisatawan ke DIY mengalami penurunan yang drastis,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo.

Kondisi itu juga dialami sejumlah desa wisata. Termasuk Desa Wisata Kelor di Desa Bangunkerto, Turi, Sleman. Karena itu, dengan adanya pelatihan kuliner diharapkan bisa dimanfatkan dengan baik oleh para pelaku wisata.

“Bisa untuk belajar sebanyak mungkin. Sekarang waktu yang tepat di saat jumlah pengunjung tengah turun,” terang Singgih yang datang langsung membuka pelatihan di Desa Mandiri Budaya Bangunkerto, Turi, Sleman.

Singgih mengingatkan, pentingnya menampilkan potensi makanan lokal sebagai identitas desa mandiri budaya. Khususnya dengan mengolah bahan makanan khas dari desa setempat. Di kawasan Turi dikenal sebagai penghasil salak. Buah tersebut harus menjadi andalan.

Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata DIY Wardoyo menjelaskan saat ini ada 10 desa mandiri budaya yang ditetapkan dengan keputusan gubernur DIY. Di luar tiga desa mandiri budaya yang mendapatkan pelatihan kuliner, tujuh desa lainnya adalah Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, Desa Putat, Patuk, Gunungkidul, Desa Pendowoharjo, Sleman, Sleman dan Desa Girikerto, Turi, Sleman. Kemudian Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Desa Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo dan Desa Margodadi, Seyegan

Setelah penetapan itu, 10 desa mandiri budaya itu mendapatkan pendampingan dari empat organisasi perangkat daerah (OPD) Pemda DIY. Keempat OPD itu meliputi dinas pariwisata, dinas kebudayaan, dinas koperasi dan UKM serta Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY.

Dikatakan banyak predikat disandang sebuah desa. Namun dengan adanya desa mandiri budaya, beragam sebutan desa itu berhasil disatukan.  Dari desa wisata, desa budaya, desa prenuer dan desa prima. “Kini hanya satu predikat. Desa mandiri budaya,” jelas Wardoyo.

Selama ini beragam pembinaan, pelatihan dan pendampingan diberikan ke desa mandiri budaya. Tujuannya mendorong terwujudnya kemandirian sebuah desa. Adapun kuliner menjadi salah satu materi pelatihan.

Ini karena Desa Pagerharjo, Desa Bangunkerto dan Desa Sabdodadi dinilai punya potensi kuliner yang layak dikembangkan. Potensi itu menjadi aset dan identitas desa mandiri budaya.

Senada dengan Singgih, Wardoyo berharap mereka yang mengikuti pelatihan kuliner itu dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sebab, muara terbentuknya desa mandiri budaya adalah mewujudkan kekuatan masyarakat desa yang mampu berdiri di atas kaki sendiri. (kus)

Jogja Utama