RADAR JOGJA – Di masa pandemi Covid-19 ini masih ada orang-orang yang melakukan penipuan untuk mengeruk uang. Kali ini sasarannya kepada ponpes maupun yayasan sosial di Kota Jogja. Berdalih akan mendapat bantuan dari Pemkot Jogja, tapi harus mentransfer dulu sejumlah uang ke rekening penipu.

Hal itu diketahui Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) saat menerima laporan dari salah satu pengasuh pondok pesantren (ponpes) di Kota Jogja. Dia mendapatkan pesan WhatsApp dari pelaku. “Seolah-olah akan memperoleh bantuan dari pemkot dan mengatasnamakan Pak Haryadi,” ujarnya Rabu (23/9).

Dalam pesan WhatsApp sang penipu menuliskan, “Dalem nyuwon no rekening atas nama pondok pesantren, niki kulo angsal titipan amanah, dugi rekan kantor dalem bade di tjuhaken dteng anak yatim piatu/sak mangke menawi sampon di transfer dalem kbari panjenengan panjenengan aturaken sak meniko.njeh. dalem rantos .njih..menawi .smpon .di pun aturaken sak mniko..sak mangke panjenengan Alhamdulillah kulo sampun saget kontak ustadz rivai. Insyaallah bade dikintun benjang.nyuwon sewu. pak .dipun arturaken .sak meniko.njih.supados damel laporan dteng pihak menawi sampu di transferaken .panjenengan krim bukti transfer ipun pakk.”

HP menyebut, ketika dihubungi penipu tersebut mengaku ada bantuan dari pemkot sebesar Rp 18 juta. Untuk ponpes akan mendapatkan Rp 13 juta. Sedang Rp 5 juta untuk ustad lainnya, yang disebut dalam pesan WhatsApp. Tapi pengasuh ponpes diminta untuk mengirim Rp 5 juta tersebut ke rekening yang diberikan penipu. Dalam prosesnya penipu mengirim laporan m-banking seolah-olah transferan sudah masuk. “Kemudian diminta menghubungi nomor yang disebut sebagai ajudan Pak Haryadi untuk memastikan kiriman sudah sampai,” jelasnya.

Terkait hal itu, HP meminta masyarakat untuk lebih waspada. Menurut dia, di masa pandemi, saat kondisi ekonomi tidak stabil, ada yang mencoba memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi. “Masyarakat harus lebih hati-hati dan waspada,” pesannya.

Mantan wartawan itu memastikan, dalam pemberian bantuan dari pemkot sudah melalui perencanaan. Termasuk usulan dari kelurahan dan kecamatan. Dalam berkomunikasi pun melalui orang yang selama ini sudah menjalin hubungan dengan ponpes maupun yayasan yang akan diberi bantuan. “Dari pemkot atau orang di ponpes sudah ada orang yang intens menjalin komunikasi,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Jogja Tri Hastono juga meminta masyarakat untuk hati-hati. Termasuk dengan mengecek setiap informasi maupun permintaan atas nama Pemkot Jogja. “Bisa konfirmasi ke perangkat di wilayah atau melalui aplikasi Jogja Smart Service,” pesannya. (pra)

Jogja Utama