RADAR JOGJA – Mengantisipasi klaster penularan Covid-19 di lingkungan kerja, Disnakertrans DIJ memonitoring perusahaan yang dianggap memiliki potensi penularan tinggi. Yakni di pabrik-pabrik yang memiliki jumlah pekerja  tergolong tinggi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIJ Aria Nugrahadi mengatakan, pihaknya sudah mengidentifikasi sekitar 60 badan usaha atau perusahaan dengan potensi penularan tinggi. “Misalnya harus berdempet-dempetan. Satu titik bisa 3.000 pekerja, misalnya rata-rata di pabrik rokok 1.200 orang,” katanya kemarin (23/9).

Bila belum memenuhi kriteria, tempat usaha diminta untuk segera berbenah. Perusahaan juga diharuskan untuk menggunakan aplikasi Jogja Pass. Gunanya untuk melakukan pendataan kepada para pekerja. “Kami prioritaskan unutk selalu dimonitor terkait penegakan protokol covid sekaligus install Jogja Pass,” tandasnya.

Pendataan dianggap penting sebagai upaya mitigasi bila terjadi penularan. Harapannya dapat mempermudah upaya tracing. “Walaupun perbedaan interaksinya relatif kecil tapi potensinya (penularan) selalu ada. Misalnya waktu ada supply masuk, loading dan unloading, serta sirkulasi orang untuk masuk dan keluar di lingkungan perusahaan,” jelasnya.

Catatan Disnakertrans, di DIJ sendiri ada lebih dari 6.400 perusahaan. Namun perusahaan yang memperkejakan 3.000 orang lebih jumlahnya kurang dali 10. “Yang paling jauh daerah Semin Kulonprogo, memperkerjakan 700 orang,” tambahnya.

Kepala Dinas Kominkasi dan Informatika DIJ Rony Primanto menjelaskan, pihaknya telah memberikan pendampingan bagi pihak yang ingin memanfaatkan aplikasi Jogja Pass. Karena pelaksanaannya juga membutuhkan keahlian operator dan sejumlah perangkat. 60 pabrik itu dikatakan telah memiliki kesiapan untuk melakukan pendataan secara mandiri. “Bagaimana dia bisa menganalisis (data) nya kita akan mendampingi terus. Kalau ada pihak lain yang memerlukan itu pun bisa hubungi kami,” jelasnya. (tor/pra)

Jogja Utama