RADAR JOGJA – Belajar dari kasus penularan di Puskesmas Wirobrajan dan Gedongtengen, Dinas Kesehatan Kota Jogja memperketat penerapan prokes. Termasuk ketika makan dan ngobrol bareng.

“Sekarang saya terus sampaikan tidak boleh makan bareng sambil ngobrol, juga minimalkan juga foto-foto bareng,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Jogja Emma Rahmi Aryani di Shelter Tegalrejo Selasa (22/9).

Menurut dia, kasus Covid-19 di puskesmas dikarenakan seringnya petugas maupun nakes terkena paparan dengan orang-orang yang terkonfirmasi positif namun belum diketahui. Meskipun mereka sudah memakai APD level 3. Hal ini yang menjadi evaluasi Diskes untuk terus meningkatkan protokol kesehatan dan juga perilaku itu sendiri. “Seperti makan bareng-bareng yang mesti melepas masker dan ngobrol harus dikurangi,” ungkapnya.

Terkait oeprasional puskesmas, mantan Kepala Dinas Pengedalian Penduduk dan KB Kota Jogja itu menyebut, Puskesmas Wirobrajan masih memperpanjang waktu tutup pelayanan. Awalnya puskesmas ini tutup sejak (19/9) hingga (21/9) dan Selasa (22/9) direncanakan mulai buka.

Penutupan sementara Puskesmas Wirobrajan ditambah dua hari yakni hari ini (23/9) dan Kamis (24/9). Rencana akan dibuka kembali pada Jumat (25/9). Penutupan puskesmas ini untuk keperluan disinfeksi maksimum setelah ada temuan delapan kasus tenaga kesehatan (nakes) terkonfirmasi positif Covid-19. “Karena kemarin berdasarkan tracing ternyata semuanya sudah kontak erat dengan yang delapan nakes itu. Sehingga sisanya di-swab hari ini (kemarin),” katanya.

Emma menjelaskan diharapkan dalam jangka waktu dua hari sudah bisa diketahui hasilnya dari petugas puskesmas lain yang dilakukan swab. Maka, bagi yang hasilnya swab-nya negatif bisa tetap bekerja. Sedangkan bagi yang positif bisa melakukan isolasi mandiri di rumah sekaligus work from home. “Ketika ada perkembangan tracing itu harus dihitung kapan kontaknya, berapa jam, pakai masker tidak. Jadi pada saat pemeriksaan ini benar-benar tepat dan tidak menghasilkan positif dan negatif palsu,” ujarnya.

Sementara, Puskesmas Gedongtengen masih tetap melakukan pelayanan terbatas. Ini karena hanya ada satu dokter yang bisa melayani. Meskipun layanan terbatas ini tidak sampai sehari penuh karena keterbatasan tenaga kesehatan. “Tapi dari perkembangan tracing, puskesmas dua-duanya ini belum ada perkembangan,” jelasnya. (wia/pra)

Jogja Utama