RADAR JOGJA – Beras medium bantuan sosial (bansos) untuk keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) dari Kementerian Sosial masih didistribusikan ke 14 kecamatan di Kota Jogja.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jogja, Agus Sudrajat mengatakan penyaluran bansos beras hampir terdistribusi ke 14 kecamatan. Tinggal 20 persennya masih tahap penyaluran. “Dalam 3 hari ke depan moga-moga sudah selesai. Kalau untuk kecamatan Keraton insyaallah hari ini selesai,” katanya usai simbolis penyerahan bansos beras kepada KPM PKH di Kantor Kecamatan Keraron Senin (21/9).

Agus menjelaskan penyaluran dilakukan dua tahap. Tahap pertama untuk alokasi 2 paket beras bulan Agustus dan September sebanyak 30 kilogram. Masing-masing sebanyak 15 kilogram, yang akan dibagikan sebanyak 3 kali hingga bulan Oktober. Penyaluran tahap pertama ini masih berlanjut, ke kecamatan Gondomanan, Gondokusuman dan Jetis yang sebagian sudah didistribusi. “Tinggal itu saja yang belum, insyaallah tidak ada kendala. Sesuai pengalaman pembagian sebelumnya, ini sudah semakin lancar,” ujarnya.

Adapun, sistem penyaluran bansos beras KPM PKH ini diserahkan ke masing-masing wilayah. Setiap wilayah ada sebagian yang menerapkan distribusi dengan meminimalisasi pertemuan yaitu dengan sistem pelayanan drive thru. “Tapi yang penting adalah memfungsikan pendamping-pendamping PKH untuk mendampingi KPM mengambil bansos supaya tidak berjubel,” jelasnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan distribusi bansos beras terhadap masyarakat di kota Jogja kurange lebih berjumlah 11.027 KPM. Distribusi sudah dilakukan sejak 3 hari yang lalu. Sebagian didistribusikan melalui kecamatan atau kelurahan tergantung kondisi jarak dekat KPM. “Sudah terdistribusikan sampai sekarang 8 ribuan lebih. Semoga dalam waktu 3 hari lagi selesai, bulan depan kita masih ngasih lagi 15 kilogram,” katanya.

Bantuan ini adalah bagian dari penyiapan pemkot Jogja agar masyarakat dimasa pandemi Covid-19 ini, kebutuhan dasar dan pangannya tercukupi ketika kondisi ekonomi mereka belum pulih kembali. Disamping itu, ada bantuan tunai sebesar Rp 500 ribu setiap keluarga yang sebelumnya mendapatkan program sembako. “Sekitar tujuh ribuan orang diluar KPM PKH sudah kita distribusikan di kantor pos dan rekening masing-masing setiap keluarga,” tambahnya.

Sementara, seorang KPM PKH, Rusmiyati mengatakan bansos beras sangat membantu untuk mencukupi kebutuhan dasar keluarga. Lantaran, selama pandemi Covid-19 warga Taman Sari itu mengalami penurunan omset hingga 75 persen dari jualan martabak manis di pasar Ngasem. Bahkan, selama 4 bulan pandemi sempat meliburkan diri. “Misal biasanya sebelum covid-19 pendapatan Rp 100 ribu, sekarang hanya Rp 35- Rp 40 ribu saja. Alhamdulillah, dengan bantuan beras merasa terbantu sekali,” imbuh perempuan 39 tahun. (wia/bah)

Jogja Utama