RADAR JOGJA – Kasus positif Covid-19 di DIJ saat ini tembus 2.037 kasus. Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto menyatakan adanya penambahan jumlah kasus positif perlu direspon oleh Pemprov DIJ dengan memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap optimal. 

“Adanya data yang update dan valid kita harapkan bisa pastikan pitulungan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan baik dan optimal, terus jalankan disiplin protokol kesehatan agar senantiasa sehat,” jelasnya, Sabtu (20/9).

Meski jumlah kamar rawat inap dari 27 rujukan Covid-19 di DIJ masih tersedia, lanjut Eko, manajemen RS harus memastikan pelayanan kesehatan lain tetap maksimal. 

“Semoga rakyat senantiasa sehat, saling berikan pitulungan kepada mereka yang terdampak pandemi ini. Sistem kesehatan harus terus diperkuat. Pemerintah harus tunjukkan komitmen lebih untuk lindungi dan berikan jaminan keselamatan dan kesejahteraan bagi dokter, perawat, semua tenaga medis dan tenaga kesehatan di DIJ,” tutur politisi PDIP ini.

Eko menambahkan, jangan sampai sistem kesehatan masyarakat kalah oleh kecepatan penambahan pasien positif Covid-19. Sebab jika sistem kesehatan kolaps, berbahaya juga bagi keselamatan pasien positif.

Juru Bicara Pemprov DIJ untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan, ketersediaan tempat tidur di rumah sakit saat ini masih banyak. Hal tersebut karena untuk pasien positif Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG) tidak wajib menjalani isolasi di RS.

Di RS rujukan Covid-19 di DIJ, ketersediaan tempat tidur critical ada 48 dan penggunaan 26. Sehingga saat ini sisa 22 tempat tidur. Sedangkan jumlah tempat tidur non critical juga masih tersedia dengan jumlah ratusan tempat tidur. 

“Jumlah itu berasal dari 27 RS rujukan Covid-19 di DIJ. Untuk tempat tidur yang non critical, ketersediaan ada 404 tempat tidur, penggunaan 246 tempat tidur. Sehingga sisanya 158 tempat tidur,” jelasnya.

Sementara itu data yang diperoleh dari hasil tracing yang dilakukan tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIJ, ditemukan 53 kasus baru, Jumat (19/9). 

Sebanyak 16 kasus dari Kota Jogja, Kabupaten Bantul 5 kasus, Kulonprogo 3 kasus, Gunungkidul nihil dan Sleman dengan 29 kasus. 

“Distribusi kasus berdasarkan riwayat dari screening karyawan kesehatan ada 4 kasus, hasil kontak tracing kasus ada 38, perjalanan luar daerah 1 kasus, periksa mandiri 3 kasus dan masih dalam penelusuran ada 7 kasus,” terang Berty.

Selain itu, laporan jumlah kasus sembuh di DIJ  mengalami penambahan sebanyak 31 kasus. Sehingga total kasus sembuh menjadi 1.471 orang.

Sebaran kasus sembuh Covid-19 di DIJ berdasarkan domisili, Kota Jogja 7 kasus, Bantul 5 kasus, Kulon Progo nihil, Gunungkidul nihil, dan Sleman 19 kasus.

Sementara itu, hingga Jumat (19/9) jumlah total suspek di DIJ mencapai 12.134 orang. Dari 12.134 orang itu, 2.037 dinyatakan positif confirm COVID-19 dengan rincian 1.471 sembuh dan 53 meninggal.

“Sedangkan untuk kasus aktif saat ini mencapai 513 kasus dengan case recovery rate 72,21 persen dan case fatality rate 2,60 persen,” ujarnya. (sky/tif)

Jogja Utama