RADAR JOGJA – Pandemi Covid-19 belum berakhir, masyarakat dituntut untuk terus bertahan dalam situasi tersebut. Untuk itu Polda DIY membentuk Kampung Tangguh Nusantara (KTN) Progo. Agar masyarakat tetap tangguh dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda DIY Kombes Pol Anjar Gunadi menyebut, KTN Progo merupakan salah satu startegi untuk penanganan Covid-19. Menurut dia, ide awal pembentukan KTN karena dengan adanya pandemi Covid-19 ini di seluruh kampung bahkan semua berpotensi tertular. “Untuk mencegah penularan yang semakin masif maka Polda DIY membentuk kampung tangguh nuaantara progo,” katanya saat ditemui Radar Jogja, Kamis (17/9).

Anjar mengatakan, dalam menjalankan kegiatan tersebut Polda DIY berkolaborasi dengan TNI dan juga warga atau tokoh masyarakat. Ada lima hal yang diupayakan dalam KTN Progo ini. “Yakni, tangguh dalam hal kesehatan, kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat, sosial dan ekonomi, informasi dan kreatifitas,” papar dia.

Dalam hal kesehatan, masyarakat diharapkan dapat memahami untuk pencegahan penularan Covid-19. Yakni, melalui penggiatan tentang protokol kesehatan (prokes) kepada seluruh masyarakat. “Kalau semua warga sudah menerapkan hal itu, harapannya mampu mencegah penularan Covid-19 minimal di dalam kampung,” tambahnya.

Dikatakan, suatu kampung juga harus tangguh dalam hal kamtibmas. Dengan begitu, harapannya tidak akan ada dampak yang berakibat ganguan kamtibmas. Masyarakat bersama-sama membangun ketahanan kamtibmas supaya masyarakat nyaman, aman, dalam situasi pandemi. “Hal tersbeut direalisasikan dengan  mengaktifkan atau mendirikan pos kamling,” tuturnya.

Selanjutnya dalam hal pendidikan, dengan adanya KTN Progo diharapkan mampu teratasi dengan baik. Mengingat, di saat pandemi ini pembelajaran menggunakan cara konvensional ditiadakan dan beralih ke sistem daring. Agar masyarakat khususnya anak-anak tetap memperoleh pendidikan, KTN memfasilitasi anak-anak teesebut dapat memperoleh pendidikan yang ada di sekolah dengan fasilitas yang disiapkan oleh kampung itu. Yakni, internet.

Sosial dan ekonomi juga harus menjadi hal penting dalam KTN Progo. Di era pandemi, masyarakat harus mampu mempertahanankan kedua hal tersebut yaitu dengan cara pemberdayaan ketahanan pangan. “Misalnya, dengan memanfaatkan lahan kosong, kemudian ditanami sayuran atau buah-buahan. Atau dibuat budidaya lele, iklan nila, dan sebagainya untuk ketahanan pangan kampung itu sendiri,” lanjutnya.

Terakhir, tangguh informasi dan kreativitas. Masyarakat di era  pandemi haris mengikuti update informasi terkait situasi yang terjadi saat ini. Untuk itu melalui KTN masyarakat difasilitasi hal itu, yakni informasi terkait dengan perkembangan kesehatan, kamtibmas, pendidikan, dan lain-lain. “Kreativitas tersebut salah satunya dalam rangka meningkatkan ekonomi kreatif yang ada di desa tersebut. Untuk meningkatkan perekonomian,” jelas Anjar.

Dia menyebutkan, KTN Progo tersebut saat ini sudah ada sekitar 75 KTN. Dengan rincian, di Polresta Jogja ada 14 KTN, Polres Sleman 19 KTN, Polres Bantul 22 KTN, Polres Kulonprogo 13 KTN, dan Gunungkidul ada tujuh KTN. Dia mengatakan, jumlah KTN akan terus ditingkatkan hingga akhir 2020.

KTN Progo tersebut dia mulai pada 7 Juli lalu dan akan diupayakan agar bisa bertahan sampai seterusnya. Dia juga  menargetkan seluruh kelurahan yang ada di DIY menjadi KTN. “Semuanya seragam, ada lima ketangguhan. Namun, kegiatannya bervariasi karena setiap kabupaten/kota memiliki kegiatan harian yang tidak sama,” sambung dia.

Ditambahkan, untuk mengevaluasi dan mengawasi kegiatan KTN, pihaknya akan memantau melalui pelaporan elekronik e-KTN Progo report sistem yang sudah mereka bangun. Yakni, seluruh foto kegiatan KTN bisa di upload di sistem tersebut. “Sehingga bisa dimonitor secara langsung melalui Polres dan Polda DIY, itu akan langsung keluar dalam bentuk tabulasi data. Dengan begitu, akan terlihat kampung mana saja yang kegiatannya banyak dan aktif. Dari situ bisa kami monitor dan dievaluasi,” ujarnya.

Anjar berharap, dengan KTN Progo bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Selain itu, lima ketangguhan yang ada di KTN juga bisa terealisasi dengan baik. Sehinggaz masyarakat benar-benar tangguh di situasi pandemi Covid-19 ini. (cr1/pra)

Jogja Utama