RADAR JOGJA – Sebagai antisipasi penularan Covid-19, DPRD DIJ menggelar rapid test massal di lobi Gedung DPRD DIJ, Jumat (18/9). Seluruh peserta dinyatakan non-reaktif oleh tim kesehatan dari RSAU Hardjolukito.

“Sesuai dengan keputusan pimpinan dewan, hari ini kami mengelar rapid test kepada aparatur sipil negara (ASN), tenaga bantu, outsourching, dan wartawan,” jelas Sekretaris Dewan DPRD DIJ Haryanta. 

Setelah beberapa hari yang lalu empat anggota dewan positif Covid-19, Wakil Ketua DPRD DIY Tri Huda Yudiana menerbitkan surat tentang tindaklanjut pencegahan dan pengendalian Covid-19 di lingkungan DPRD. Kantor DPRD dinyatakan ditutup mulai Kamis (17/9) dan aktif kembali pada Senin (21/9). Seluruh agenda rapat wajib diselenggarakan secara daring.

“Kami juga telah melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh ruang kemarin dan dijadwalkan penyemprotan akan dilaksanakan besok lagi,” tambah Haryanta.

Tenaga analisis RSAU Hardjolukito Wasis menyebutkan, 76 dari 92 staf DPRD DIJ mengikuti tes. Selain itu, tujuh orang dari tenaga outsourcing dan 13 wartawan. Seluruhnya dinyatakan non-reaktif.

“Hasil tes keseluruhan kami nyatakan non-reaktif. Bagi yang belum melakukan rapid test, Senin (21-9) kami diminta datang kembali mengadakan rapid test,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto menyambut baik penutupan gedung DPRD DIJ dan rapid test ini. Eko mengatakan telah meminta Sekretaris Dewan untuk menyusun prosedur kerja yang sesuai pencegahan Covid-19. 

 

“Misal melaksanakan rapat daring, pengukuran suhu bagi setiap yang masuk atau ikuti rapat tatap muka secara terbatas,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

 

Eko juga meminta masyarakat untuk berpartisipasi dalam sejumlah langkah pemerintah mengatasi Covid-19. Mulai dari penguatan sistem kesehatan, penyelesaian masalah ekonomi, gotong royong masyarakat, disiplin masyarakat, dan penyediaan vaksin. (sky/tif)

Jogja Utama