RADAR JOGJA – Tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2019 dilaksanakan di Jogja Expo Center, 5-7 September. Rangkaian kegiatan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIJ Amin Purwani menjelaskan, jumlah peserta tes SKB CPNS di lingkup Pemprov DIJ ada 1.387 orang. Dari jumlah itu 127 di antaranya berasal dari luar DIJ. Peserta dari luar wilayah wajib menjalani rapid test terlebih dahulu.

Hasil pemeriksaan menjadi syarat untuk mengikuti seleksi. Bila ditemui hasil reaktif, akan dilakukan penjadwalan ulang. “Update-nya ada tiga yang reaktif. Nanti yang reaktif akan dijadwalkan di sesi paling akhir dan terpisah,” jelasnya Minggu (6/9).

PROKES KETAT: Para peserta SKB CPNS Pemprov DIJ melakukan registrasi di JEC, Banguntapan, Bantul, (6/9). Total 1.387
peserta mengikuti seleksi ini. Dalam pelaksanaanya, tes terbagi dalam tiga hari mulai Sabtu hingga Senin. ( ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA )

Amin menjelaskan, tiap peserta wajib menjalani prokes yang ditentukan. Misalnya wajib menggunakan faceshield dan masker. Lalu peserta yang diantar wajib turun di area drop off. Jika membawa kendaraan pribadi, peserta langsung ke area parkir yang disediakan.

Kemudian sebelum memasuki tempat registrasi, peserta wajib cuci tangan dan menjalani cek suhu. Jika suhu tubuh normal, peserta bisa langsung memasuki ruangan. Bila suhu tubuh lebih dari 37,3 derajat, maka akan dilakukan pengukuran ulang dengan jeda selama lima menit.

“Kalau ternyata tidak turun suhunya, sudah ada tempat sendiri. Ada tim kesehatan dari Gugus Tugas kesehatan dan safety officer. Kalau rekomendasinya masih bisa ikut, nanti setelah semua peserta naik baru yang bersangkutan paling akhir diprosesnya dan kami siapkan ruangan sendiri,” katanya.

Menurutnya, selama ini belum ada peserta yang memanfaatkan ruangan khsusus tersebut. Setelah melakukan registrasi dan menitipkan barang bawaan, tiap peserta akan memasuki ruang steril. Lalu, barulah peserta memasuki ruang CAT(Computer Assisted Test) untuk menjalani. “Pulangnya juga ada pintu sendiri, jadi tidak boleh uyuk-uyukan ambil tas dan baru boleh pulang,” jelasnya.

Pelaksanaan tes dibagi menjadi delapan sesi. Tiap sesi terdiri atas 200 peserta. Rinciannya dua sesi di hari pertama, tiga sesi di hari kedua dan ketiga. Waktu mengerjakan kira-kira selama 90 menit. “Ruangannya sama. Antarsesi selisih waktunya hampir dua jam. Karena dipakai menstrerilkan ruangan dulu. Di sana kan ada komputer, jadi disterilkan semua,” tandasnya.

Gubernur Hamengku Buwono X menjelaskan, seleksi CPNS terpaksa digelar di tengah pandemi Covid-19. Sebab, wabah belum bisa ditangani hingga saat ini. “Saya mohon bagi mereka yang dites juga memenuhi persyaratan. Dalam arti pakai masker, pakai faceshield dan sebagainya,” imbaunya. (tor/laz)

Jogja Utama