RADAR JOGJA – Akibat pandemi Covid-19 banyak masyarakat tidak terpenuhi kebutuhan spesifik terutama bagi perempuan, anak, dan lansia. Pemerintah pusat melalui dana dekonsentrasi merespon dengan memberikan bantuan pemenuhan kebutuhan spesifik bagi tiga kategori masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIJ, Erlina Hidayati Sumardi mengatakan, bantuan spesifik yang diberikan di luar dari bantuan-bantuan lain yang sudah diberikan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah. Bantuan yang diberikan berjumlah 180 paket sembako sesuai dengan kebutuhan masing-masing masyarakat. “Masing-masing kabupaten kota 60 paket untuk lansia, perempuan dan anak. Isinya juga beda-beda, kebutuhan lansia berbeda dengan kebutuhan perempuan dan anak,” katanya usai simbolis penyerahan bantuan pemenuhan kebutuhan spesifik di Ruang Kunthi Gedung PKK, Balaikota Kamis (3/9).

Bantuan yang diberikan tetap sesuai dengan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) oleh masing-masing kabupaten dan kota. Selain itu, yang masuk kategori miskin termarjinalkan, mengalami dampak Covid-19 dan sebagainya. “Termasuk perempuan kepala keluarga,” ujarnya.

Meski bantuan diberikan dengan jumlah terbatas, mamun bantuan dari pemerintah ini bisa dilengkapi oleh sumbangan dari warga, komunitas maupun pihak swasta. Tentunya melalui koordinasi maupun yang telah dikoordinir oleh tim penggerak PKK setempat. “Saling melengkapi, kalau pemerintah tidak mungkin bisa mencakup semua karena dibatasi oleh persyaratan tertentu. Warga yang tidak masuk dalam data bisa dialokasikan pembiayaan dan penangannya dari pengaggaran yang lain misal sumbangan masyarakat, swasta atau CSR,” jelasnya.

Tujuan bantuan kebutuhan spesifik tersebut untuk mempercepat penanganan terdampak Covid-19. Pun bagi masyarakat yang memiliki permasalahan akibat dampak pandemi ini bisa dikonsultasikan ke fasilitas konseling yang ada di kabupaten kota. “Fasilitas konseling ada pendamping-pendampingnya yang nanti memberikan solusi dan bantuan. Kami akan lakukan pendampingan,” imbuhnya.

Sementara, Wakil ketua Tim Penggerak PKK Kota Jogja, Poerwati Soetji Heroe Poerwadi mengatakan masa Covid-19 ini memang banyak keluarga khususnya keluarga rentan miskin tentu akan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar atau sembako dan mengabaikan pemenuhan kebutuhan spesifik. “Apabila kebutuhan spesifik tersebut tidak terpenuhi, akan menganggu fungsi reproduksi dan tumbuh kembang. Untuk itu kebutuhan spesifik ini sangat penting,” katanya.

Dia menjelaskan dalam bantuan tersebut dibagi menjadi 3 kelompok, yakni anak, perempuan, dan lansia, dan diberikan kepada 180 warga Kota Jogja terdiri dari 60 anak, 60 perempuan dan 60 lansia perempuan.

Adapun isi paket bantuannya tersebut adalah kebutuhan sehari hari seperti sabun antiseptik, sereal, kacang hijau, biskuit, susu, vitamin, sampo, sikat sigi, pasta gigi, dan pembalut khusus perempuan. “Kami harap paket pemenuhan kebutuhan spesifik ini meringankan beban penerima manfaat dalam situasi yang sulit ini,” imbuhnya. (wia/bah)

Jogja Utama