RADAR JOGJA – Pintu program Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) masih terbuka lebar. Program milik pemerintah pusat ini menargetkan 12 juta pelaku usaha di sektor mikro. Dari total kuota tersebut, baru 3.232 pelaku usaha mikro di Kota Jogja yang lolos verifikasi. Sementara pendaftar awal mencapai 6.900 pelaku usaha.

Angka ini masih tergolong kecil dibandingkan kabupaten lainnya di Jogjakarta. Sebagai perbandingan, di Gunungkidul terdapat 56.219 pelaku usaha, Sleman mencapai 5.568 unit usaha. Untuk Kulonprogo mencapai 9.232 pelaku usaha. Sementara Kabupaten Bantul mencapai 21.091 pelaku usaha.

“Untuk pendaftaran BPUM masih terbuka hingga 10 September. Nanti masing-masing pelaku usaha mikro akan mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 2,4 juta,” jelas Kabid UMK Dinas Koperasi, UKM,Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Jogja Bebasari Sitarini dtemui di kantor Diskominfo dan Sandi Kota Jogja, Kamis (3/9).

Berdasarkan data Pemkot Jogja, setidaknya ada 26 ribu pelaku usaha mikro di Kota Jogja. Sementara pendaftar awal baru mencapai 6.900 pelaku usaha. Artinya jumlah pendaftar program BPUM belum ada setengahnya. 

Sita, sapaanya, menuturkan minimnya pendaftar bukan karena minat rendah. Hanya saja proses seleksi terhadap program BPUM sangatlah ketat. Melalui tahapan kota, provinsi dan pusat.

“Proses verifikasinya itu bertahap, jadi tidak semua bisa langsung lolos. Data yang lolos dari kami (Pemkot Jogja) dikirimkan ke Provinsi lalu lanjut ke Kementerian (Koperasi dan UKM) untuk verifikasi akhir,” katanya.

Sita mengungkapkan tak sedikit pelaku usaha yang tak memenuhi persyaratan. Pertama, telah mengakses kredit modal perbankan, tak memiliki IUP, KTP hingga lupa mencantumkan nomor kontak personal.  

Persyaratan yang wajib dimiliki di antaranya memiliki kegiatan usaha mikro. Belum pernah mengakses kredit perbankan. Selain itu juga tak berstatus aparatur sipil negara (ASN), BUMD maupun BUMN.

“Total 3.232 itu sudah punya IUP semua. Syarat akses perbankan harus punya IUP  Sebenarnya mengurus ijin ini mudah. Prosesnya cepat sekarang hanya 5 menit,” ujarnya.

Tak lolos verifikasi bukan berarti kesempatan gugur. Para pelaku usaha tetap bisa mendaftarkan unit usahanya setelah melengkapi seluruh persyaratan. Untuk selanjutnya menunggu verifikasi di tingkat Pemkot, Provinsi hingga Pusat.

Program bantuan ini sendiri bertujuan mendorong produktivitas. Terutama di tengah pandemi Covid-19. Sita tak menampik banyak sektor terdampak pasca merebaknya virus tersebut.

“Kalau data sudah lengkap silakan mendaftar lagi. Jadi memang harapannya pelaku usaha mikro bangkit. Peluangnya masih sangat tinggi, monggo cepet-cepetan,” katanya.

Provinsi DIJ justru pengakses BPUM tertinggi kedua setelah oleh Jawa Barat dengan sekitar 1 juta pelaku usaha mikro. Hanya saja untuk Koya Jogja terendah diantara wilayah lain di DIJ.

Beberapa BPUM telah disalurkan kepada pelaku usaha mikro. Tepatnya oleh Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Jogjakarta beberapa waktu lalu. Hanya saja belum semua pemohon program BPUM telah menerima bantuan.

“Kami belum dapat datanya berapa yang telah cair. Bantuan langsung ditransfer ke rekening masing-masing. Yang belum silakan ke daftar website kami atau WhatsApp ke 089623559300 sesuai jam kerja 07.30 hingga 15.30,” ujarnya. (dwi/tif)

Jogja Utama