RADAR JOGJA – Sebanyak enam hotel berbintang dan restoran berkomitmen pada adaptasi kebiasaan baru (AKB) dengan menjalankan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Ini diwujudkan dengan adanya stiker terverifikasi yang nantinya diletakkan di bagian front office hotel.

Enam hotel berbintang dan restoran itu yakni Hotel 101 Jogja, Swiss Bell Hotel, Hotel Tara Jogja, Hotel New Saphir Jogja, Hotel Santika Premier, dan Hotel Horizon Urip Sumoharjo. Selain ditandai stikerisasi yang bertuliskan properti hotel dan restoran telah memenuhi protokol Covid-19, juga telah diterima surat keterangan hasil verifikasi.

“Ini salah satu bagian dari promosi destinasi maupun hotel dan restoran yang sudah menerima. Kami mendorong yang lain juga melakukan hal sama. Ini dibutuhkan kesadaran bersama untuk melakukan verifikasi,” kata Ketua BPD Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIJ Deddy Pranowo Eryono usai simbolis penyerahan surat keterangan verifikasi dan stiker terverifikasi bidang usaha pariwisata Kota Jogja di Hotel 101, Selasa (1/9).

Deddy menjelaskan, stiker terverifikasi protokol Covid-19 yang akan diletakkan di bagian front office hotel sebagai bentuk trust atau kepercayaan untuk wisatawan bahwa hotel dan restoran sudah memenuhi prokes Covid-19 dengan sungguh-sungguh. Inin juga  menjadi daya tarik dan jual agar tamu-tamu hotel, baik dari pemerintah maupun swasta bisa mengadakan kegiatan MICE maupun event-event di hotel.

“Karena memang syaratnya harus ada itu (stikerisasi) dari pusat maupun daerah. Bahkan swasta melakukan meeting harus menyertakan tanda itu. Kalau itu nggak ada, mereka akan cancel,” ujarnya.

Saat ini, sudah ada 148 hotel dan restoran se DIJ yang buka layanan dalam situasi pandemi dari total 400 anggota PHRI. Sekitar 68 hotel dan restoran bintang maupun nonbintang menyusul meminta untuk dilakukan verifikasi.

Pendataan terus berlanjut. PHRI yang turut dilibatkan memverifikasi harus melihat betul keseriusan hotel dan restoran di dalam menjalankan prokes Covid-19 dengan aman dan nyaman secara ketat. “Ingat, yang belum anggota PHRI cukup banyak dan kita siap membantu pemkot memverifikasi melalui setiap kecamatan. Jangan sampai klaster baru muncul di hotel dan restoran,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, stikerisasi ini mendorong seluruh pelaku usaha wisata, baik hotel maupun restoran serta lainnya agar sungguh-sungguh melakukan protokol Covid-19 dengan baik. Dan juga mengedukasi masyarakat untuk memilih tempat-tempat yang sudah terdapat legalitas verifikasinya. “Ini cara kami melindungi masyarakat supaya mendapatkan jaminan keamanan dan kenyamanan dalam beraktivitas,” katanya.

Menurutnya, hal itu juga implementasi dari konsistensi pemkot bersama bidang usaha pariwisata, khususnya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. “Karena pertumbuhan atau geliat ekonomi harus dibarengi dengan peningkatan kesungguhan kita menjalankan protokol Covid-19. Ini adalah bagian dari apa yang kita jual,” ujarnya. (wia/laz)

Jogja Utama