RADAR JOGJA – Dinas Pariwisata (Dispar) DIJ akan mengevaluasi kesiapan destinasi di tengah masa uji coba pembukaan aktivitas pariwisata. Pasalnya, upaya pendataan pengunjung belum dilakukan secara optimal .

Kepala Dispar DIJ Singgih Raharjo menjelaskan, upaya pendataan bertujuan untuk mempermudah upaya tracing bila ditemui kasus positif. Juga mempermudah pengawasan jumlah pengunjung di objek wisata.

Agar dapat berjalan optimal, upaya pendataan sangat bergantung pada kesiapan pengelola objek wisata. Pihaknya menemui ada beberapa destinasi yang belum memiliki kesiapan dari segi peralatan.

“Setelah dicek ternyata ada yang belum siap. Misalnya punya HP tapi sitem operasinya belum mencukupi. Lalu jumlah alatnya tidak mencukupi seperti di destinasi yang luas. Jadi tidak kemudian hanya mempersiapkan satu, perlu beberapa device,” katanya di Kompleks Kepatihan Senin (24/8).

Mengacu aplikasi Visiting Jogja pada 16 Agustus, tercatat ada 39 ribu wisatawan di 51 destinasi wisata DIJ. Pada 17 Agustus jumlahnya menyusut menjadi 24 ribu wisatawan. Kemudian, pada libur panjang 20 hingga 23 Agustus, perharinya tercatat ada 18 ribu, 28 ribu, dan 36 ribu wisatawan.

“Ini sedang uji coba juga saya yakin jumlah (wisatawan) ini yang di destinasi pasti lebih banyak. Kami akan evaluasi kembali kesiapan destinasi supaya semua terdata dengan baik,” paparnya.

Selama masa uji coba, penerapan protokol kesehatan harus selalu ditegakkan. Baik di destinasi wisata maupun tempat publik. Kabupaten kota memastikan bahwa protokol kesehatan sesuai dengan panduan betul-betul bisa diimplementasikan secara ketat. ā€¯Prinsipnya pakai masker, cuci tangan, jaga jarak,” imbuhnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DIJ Noviar Rahmad menjelaskan, pada periode 4 hingga 23 Agustus, ditemukan 3.713 pelanggaran terkait penerapan protokol kesehatan di wilayah Malioboro. Juga 1.903 pelanggar di kawasan objek wisata. “Tindakan yang dilakukan adalah penyitaan KTP. Juga disuruh membuat surat pernyataan tidak mengulangi pelanggaran,” katanya.

Noviar melanjutkan, mayoritas pelanggar adalah warga Jogja. “Banyak itu didominasi oleh pelanggar dalam wilayah DIJ. KTP DIJ ada 3.011 pelanggar,” jelasnya.

Kerumunan paling banyak berada di kawasan Malioboro. Sehingga Satpol PP DIJ menerjunkan personel bersama TNI Polri untuk mendukung petugas Jogoboro dan Satpol PP Kota Jogja. “Kekuatannya 350 personel,” katanya.

Jenis pelanggaran yang paling banyak ditemui adalah pemakaian masker. Terutama di kawasan Malioboro. Pihaknya juga masih menaruh fokus pada pelanggaran jenis tersebut. “Karena sesuai instruksi presiden bertahap. Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan. Selama dua minggu terakhir fokus masker”, katanya. (tor/bah)

Jogja Utama