RADAR JOGJA – Libur panjang kemarin sempat membuat was-was. Dikhawatirkan terjadi penyebaran Covid-19 di antara wisatawan. Berdasarkan pemantauan Gugus Tugas Pemanganan Covid-19, penularan Covid-19 di tempat wisata belum ditemui.

Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, laporan sementara menunjukkan tak ada penularan di destinasi wisata. Namun pihaknya akan mengevaluasi tentang jumlah wisatawan yang bisa berkunjung ke DIJ. “Laporan sementara tidak ada dari laporan tempat wisata. Lebih banyak di keluarga atau puskesmas,” katanya, Senin (24/8)

Sejauh ini penanganan penularan pada kalangan nakes masih menjadi perhatian. Nakes dikatagorikan sebagai resiko tinggi karena melakukan kontak erat dengan pasien positif. Kemudian, terkait masih banyaknya kasus transmisi lokal, upaya penanganan masih mengandalkan pelaksanaan tracing secara intensif. “Antisipasinya juga menggunakan aplikasi untuk mengetahui sumber penularan. Juga wawancara itu upaya kita mengetahui siapa sumber penyebabnya,” tutur mantan Kepala Disdikpora DIJ itu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD DIJ Biwara Yuswantana menambahkan, sejak awal pihaknya telah memberikan perhatian khusus kepada nakes. “Sejak awal sudah dipastikan segala kebutuhan kita dukung dengan baik. Misalnya APD, multi vitamin, insentif dan lainnya. Gugus berkomjtmen mendukung tenaga medis agar bisa menjalan kan tugasnya dengan save,” katanya.

Juru Bicara Pemprov DIJ untuk penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan, terjadi penambahan sebanyak 14 kasus Senin (24/8). Sehingga total kasus positif menjadi 1.207 kasus. Ini merupakan hasil pemeriksaan 560 sampel dari 461 orang.

Berty juga melaporkan penambahan 20 kasus sembuh. Sehingga total pasien sembuh menjadi 846 kasus. Jumlah kasus meninggal pun bertambah. Yakni pasien laki-laki 58 tahun asal Bantul yang disebut dengan kasus 1061. (tor/pra)

Jogja Utama