RADAR JOGJA – Aturan harus scan barcode saat masuk pasar belum dipatuhi. Seperti QR Code di Pasar Beringharjo, belum banyak yang memindainya. Beberapa pengunjung justru bingung apa manfaat dipasangnya QR Code tersebut.

Dari pantauan Radar Jogja, di pintu masuk sisi barat Pasar Beringharjo, Rabu (12/8), para pengunjung abai dengan tiang QR Code tersebut. Mereka memilih melewati dan langsung menuju lokasi tujuan. Salah satu pengunjung Pasar Beringharjo Cyntia Ayu Dewi, 28, mengaku belum tahu dengan keberadaan QR Code tersebut. “Saya melihat tetapi saya bingung itu untuk apa. Kebetulan saya juga bukan orang Jogja juga,” katanya.

Salah satu pedagang baju batik di Pasar Beringharjo bagian barat, Triatun mengatakan, masih jarang melihat para pengunjung yang memindai QR Code tersebut. “Saya jarang melihat, bahkan mungkin hanya satu dua orang yang menggunakan,” kata Atun sapaan akrabnya itu.

TAK MAKSIMAL: Tiang berisi QR Code yang dipasang Disperindag Kota Jogja di pintu masuk Pasar Beringharjo, tak banyak dipindai pengunjung. Beberapa tidak tahu manfaatnya.( JIHAN ARON VAHERA/RADAR JOGJA )

Kepala Seksi Pengembangan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja Dwi Nanto Sujatmiko mengakui masih minimnya pengunjung pasar yang memindai QR Code. Menurut dia, sejak sekitar 10 hari yang lalu terpasang, hanya beberapa orang saja yang sudah memindai. Kondisi itu berakibat tidak validnya pengunjung pasar selama masa adaptasi kebiasaan baru ini. “Karena memang banyak pengunjung yang tidak scan. Terkait itu, kami masih evaluasi,” jelasnya.

Dia menduga, belum semua masyarakat mengerti fungsi QR Code tersebut. Karena itu, lanjut dia, masih perlu adanya petunjuk lengkap terkait penggunaan dan kegunaannya di samping QR Code tersebut. “Memang harus ada petugas yang jaga untuk mengarahkan. Tetapi, petugasnya kan terbatas harus mengecek suhu selain itu juga harus berkeliling, dan sebagainya,” papar dia.

Saat ini, Pasar Beringharjo terdapat tiga tiang QR Code yakni di Beringharjo bagian Barat, tengah dan juga Timur. Nanto menyebutkan, sesuai fungsinya, bbaik para pengunjung dan pedagang harus memindai QR Code yang telah disediakan di setiap titik. “Jika pengunjung masuk dari Beringharjo barat ya harus scan di situ tetapi jika kemudian masuk ke bagian timur ya harus scan lagi,” ujarnya.(cr1/pra)

Jogja Utama