RADAR JOGJA – Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki banyak bangunan khas. Salah satunya adalah pesanggrahan, atau tempat pesiar para raja dan keluarga serta tamu penting pada zaman dahulu. Salah satu pesanggrahan yang masih cukup bisa dilihat bentuknya adalah Pesanggrahan Rejawinangun.
Pesanggrahan tersebut merupakan peninggalan dari Sri Sultan Hamengku Buwana II (1792 – 1810). Nama Rejawinangun sendiri berasal dari kata ”reja” yang berarti sejahtera dan ”winangun” berarti membangun atau mendirikan. Dengan demikian makna kata Rejawinangun berarti ”membangun kesejahteraan.”
Pesanggrahan Rejawinangun terletak di perbatasan antara Kecamatan Rejawinangun, Kecamatan Kotagede dengan Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Jogjakarta. Saat ini, bangunan yang masih terlihat cukup jelas dan bisa dikunjungi adalah bangunan di bagian sisi barat Sungai Gajah Wong. Padahal luas sebenarnya pesanggrahan itu mencapai sekitar 4,3 hektare.
Pada bangunan sisi barat tersebut, di dalamnya tedapat bangunan inti yang ada di dalam pagar keliliing. Ada pula ruang utama yang merupakan pusat kesakralan. Pada bagian ruang utama itu juga ada ruangan yang diindikasikan sebagai tempat pengimanan. Selain itu, ada juga dua buah kolam yang bentuknya bundar dan segi empat. Kedua kolam itu memiliki dinding bata dan menggunakan perekat serta lepa.
Kolam pertama pada bagian barat Pesanggrahan Rejawinangun memiliki bentuk bundar. Di tengahnya ada sumber air. Kolam kedua letaknya di sebelah timur kolam pertama. Sumber air dari kolam kedua itu berasal dari kolam pertama yang dialirkan melalui sebuah saluran dari kolam pertama.
Mengelilingi kedua kolam tersebut, ada bangunan bertingkat dengan berbagai ruangan berjendela berbentuk persegi panjang. Selain itu juga terdapat bagunan sayap di bagian utara dan selatan. Bangunan itu dirancang secara simteris yang terdiri dari beberapa kamar. Beberapa bangunan pendapa juga ada pada bangunan sayap itu.
Kondisi berbeda ada di bangunan bagian timur Sungai Gajah Wong. Pada bagian ini, agak sulit untuk bisa mengenali bangunan pesanggrahan. Puing bangunan yang ada sebagian sudah tertimbun. Selain itu di lokasi tersebut juga sudah menjadi wilayah padat penduduk.
Pada bangunan di sisi timur itu sebenarnya ada bangunan kolam berbentuk U. Kolam itu berdinging bata dengan panjang enam meter dan tinggi tiga meter. Sementara tebal dindingnya mencapai 60 cm. Pada salah satu bagian kolam itu ada pot bunga yang berukuran besar. Pot itu terbuat dari batu bata. Di bagian utara dan selatan kolam itu terdapat patung manuk beri.
Pesanggrahan Rejawinangun di sisi barat Sungai Gajah Wong mengalami beberapa kali proses renovasi. Terbaru dilakukan pada 2016 yang lalu. Saat itu, Pesanggrahan Rejawinangun belum terlalu menyedot perhatian wisatawan.
Namun, prosesi foto pra nikah yang dilakukan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution pada 2017 yang lalu membuat lokasi itu lebih dikenal banyak orang.
Pesanggrahan Rejawinangun memiliki potensi yang bagus untuk menjadi salah satu destinasi wisata andalan baru di Jogjakarta. Namun, pesanggrahan tersebut memiliki banyak pekerjaan rumah yang cukup banyak.
Hal itu diakui oleh Ketua Unit Tamansari dan Kotagede Balai Pelestarian Cagar Budaya DIJ, Ni Luh Nyoman R. Kendati demikian, pihaknya sudah memiliki rencana untuk merekonstruksi pesanggrahan tersebut. ”Sebenarnya 2021 kami akan menampakkan kolam yang saat ini masih terkubur, tapi karena ada pandemi ini mungkin mundur,” katanya. (kur/din/er)

Jogja Utama